Cerita Megawati di Depan Kapolri: Saya Pernah Ditahan dan Ditilang Polisi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Megawati memberikan sambutan saat meninjau Kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, Senin (16/1/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Megawati memberikan sambutan saat meninjau Kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, Senin (16/1/2023). Foto: Dok. Istimewa

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menceritakan pernah ditahan dan ditilang oleh polisi. Hal itu disampaikan Megawati di depan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Megawati mengatakan, kejadian itu terjadi saat dirinya berusia 17 tahun. Kala itu, dirinya sedang membawa kendaraan seorang diri.

"Saya pernah loh ditahan sama polisi, saya enggak ngerti, saya waktu itu umur 17 tahun nyetir sendiri,"

- Megawati.

Hal itu disampaikan saat menjadi keynote speech di Seminar Nasional Pancasila bertajuk "Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana' di The Tribrata, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (16/2).

Kapolri Listyo Sigit memberikan sambutan di acara penutupan Kursus Manajemen dan Pengamanan Stadion di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta pada Selasa (2/1). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Jenderal Sigit hadir dalam acara itu dan duduk di depan Mega. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju juga hadir.

"Karena tandanya (rambu) diumpetin, ayo Pak Sigit, ini kan ada rambu karena saya terbiasa sendiri, jadi lurus, prittt, ya minggir saya diem saja, kan gitu," ucap Megawati.

Ketua Umum PDIP ini lantas membeberkan percakapannya dengan polisi ketika diberhentikan. Berikut percakapannya.

Polisi: Siang bu, STNK dan SIM-nya ada?" kata dia.

Megawati lalu memberikan STNK dan SIM-nya kepada polisi tersebut.

Megawati: "Maaf saya ditilang enggak Pak? Maaf banget ya kebetulan saya ada janji," ucap Megawati.

Ilustrasi tilang elektronik di Jakarta. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Megawati menyebut, setelah melihat kartu identitasnya, polisi itu langsung berkumpul di dekat pohon yang ada di dekat lokasi.

"Rupanya ada komandannya, bukan di pos, kan ini gerombolan di pohon, iya," ucap dia.

"Yang memisahkan polisi saya loh, Presiden Kelima, jadi saya boleh dong mengkritik, tahu enggak?" kata Mega disambut tepuk tangan hadirin.

Setalah polisi itu berkumpul, Megawati mengatakan para polisi tidak berani menilangnya. Ia langsung dipersilakan melanjutkan perjalanan.

"Aku diem wae, sudah merasa salah, tahu-tahu 'ibu' ya bagaimana Pak? 'Kenapa enggak bilang dari tadi ibu siapa', loh Bapak kan enggak bilang dari tadi ya gimana, Pak? Sini Pak kalau mau ditilang, 'ya enggak lah bu, silakan ini dua-duanya," kata Megawati.

"Ya inilah Republik Indonesia tercinta," tutur dia.