Cerita Menkes Dicurhati Dokter: Robot Jangan Cuma untuk Kemoterapi, tapi Bedah
·waktu baca 2 menit

Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan salah satu fokusnya saat ini adalah pengadaan robot dan berbagai teknologi medis untuk memajukan standar pelayanan kesehatan. Keseriusannya ditunjukkan dengan pembentukan National Committee on Robotics Technology sejak 2023.
“On the Robotics Technology, sebenarnya Kementerian Kesehatan sangat berambisi agar Indonesia maju di sana. Kenapa saya tidak kelihatan gamang (waktu mencoba robot Da Vinci Xi)? Karena I’ve been working on this in the last six months,” kata Budi saat membuka peluncuran robot bedah Da Vinci Xi pertama di Indonesia, pada Rabu (16/7/2025) di The Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan.
Ia menjelaskan, beberapa bulan terakhir dirinya belajar soal robot medis dari sisi ortopedi dan bedah lainnya. Kebutuhan akan robot medis, menurut Budi, juga datang dari dokter bedah hematologi dan onkologi (darah dan kanker).
“Teman-teman (di bedah) hematologi dan onkologi suka bilang, ‘Pak, itu bedah dikasih mainan robotics’. Jadi mereka tidak hanya melakukan kemoterapi, tetapi juga melakukan robotic surgery (bedah). Itu memberi masukan ke saya, karena negara tidak banyak fasilitasi,” ujarnya.
Penggunaan robot medis sendiri sudah banyak diterapkan oleh negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Ini memicu Budi untuk terus mengakselerasi digitalisasi medis.
Untuk mencapai ini, dia menekankan pentingnya kolaborasi swasta dan pemerintah.
“Saya tak ada niat sama sekali menghambat swasta, karena swasta justru harus maju lebih cepat dari kita. Saya melakukan itu (robot medis dan pembangunan RS) untuk mengangkat, supaya layanan minimal kita tuh jangan kalah sama luar negeri,” tekan Budi.
Terkait pengadaan robot medis, dia berkomitmen untuk menyediakan laparoskopi di 38 provinsi. Harapannya, layanan kesehatan semakin merata, terlebih layanan bedah digestif.
