Cerita Menkes Pernah Kehilangan Sertifikat Vaksin Corona di PeduliLindungi
·waktu baca 2 menit

Aplikasi PeduliLindungi menjadi andalan pemerintah sebagai bagian dari skrining dan penyimpanan data vaksinasi corona. Namun dalam perjalanannya, masih ada saja keluhan terkait pemakaian aplikasi tersebut.
Menkes Budi Gunadi Sadikin pun mengamini masih banyak kekurangan dari aplikasi PeduliLindungi. Misalnya sertifikat vaksin tiba-tiba hilang.
Ia menjelaskan kepada anggota Komisi IX DPR dalam sebuah rapat di gedung parlemen mengapa hal itu bisa terjadi.
"Memang ini belum sempurna kalau ada keluhan kita punya 3 jalur bapak/ibu ada peduli lindungi @kemenkes.go.id emailnya itu cukup banyak yang masuk bisa juga lewat 119 call center bisa juga lewat chartboard di WA kemenkes ya 081110," kata Budi dalam rapat, Rabu (23/3).
"Nanti kalau itu juga ternyata belum berhasil bisa nanti ditaruh di WA grup-nya DPR nanti saya minta teman-teman untuk bantu follow up. Karena saya sudah minta kalau ada yang ngeluh di sana tolong bisa bantu follow up," tuturnya.
Menkes pun bercerita ia pernah mengalami hal serupa. Sertifikat hilang ketika PeduliLindungi di-update.
"Karena saya sempet hilang karena diupgrade tapi datanya masih ada jadi datanya bisa dikeluarkan minta teman-teman untuk bantu," jelas dia.
Lalu bagaimana dengan keluhan beberapa masyarakat soal status hitam yang tak berubah meski sudah negatif COVID-19?
"Kalau yang hitam memang diatur kalau kita positif, kalau tanda hitam PeduliLindungi jadi memang dikunci di 10 hari tapi aturannya di hari ke 5 dan 6 PCR 2 kali," ungkap Menkes.
"Jadi patokannya 10 hari tapi ketika hari ke 5 6 negatif baru bisa berubah," tutup dia.
Reporter: Rachel Koinonia
