Cerita Orang Tua Paskibraka saat Jilbab Anaknya Dilepas: Pas Lihat Kecewa Juga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayahanda Sofia Sahla Tatang Suyatna (tengah), Ketua PPI Sumedang Rikky Bagus (kiri), Ketua PPI Jawa Barat Fajar Arif Budiman (kanan), saat diwawancara wartawan di Aula Tampomas, Kantor Setda Kabupaten Sumedang, Kamis (15/8/2024).  Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ayahanda Sofia Sahla Tatang Suyatna (tengah), Ketua PPI Sumedang Rikky Bagus (kiri), Ketua PPI Jawa Barat Fajar Arif Budiman (kanan), saat diwawancara wartawan di Aula Tampomas, Kantor Setda Kabupaten Sumedang, Kamis (15/8/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Ayah Sofia, Tatang Suyatna, mengaku kaget dan kecewa ketika tahu anaknya tak mengenakan jilbab di acara Upacara Pengukuhan Paskibraka Nasional, yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Selasa 13 Agustus lalu.

Tatang melihat putri keduanya itu dari video yang beredar di media sosial. Saat itu sudah malam, kata Tatang, dan dia baru senggang dari urusan pekerjaan.

“Ya, waktu pas lihat kecewa juga. Karena biasa sudah berhijab,” tuturnya kepada wartawan, Kamis (15/8).

Kaget dan kecewa itu tak bisa luput dari perasaan Tatang. Terlebih, putrinya yang kerap mengaku ingin jadi akpol itu memang tak pernah lepas dari jilbab.

Jika tidak di rumah, kata Tatang, Sofia pastilah menggunakan jilbab, seperti saat bersekolah atau melakukan kegiatan luar ruangan lainnya. Itu dilakukan Sofia sejak dia SMP.

“Biasanya nggak mau melepas. Kami percaya sama anak kami karena didikan agama. Sofia ngaji terus salat lima waktu karena waktu mau berangkat ke sana juga keluarga berpesan, orang tua khususnya kami, jangan tinggalkan salat,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensesneg Pratikno dan Menpora Dito Ariotedjo berjalan setibanya untuk berfoto bersama anggota Paskibraka 2024 di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (13/8). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, Tatang mengaku tak mendapat konfirmasi soal putrinya yang bakal tampil tanpa jilbab di upacara pengukuhan Paskibraka Nasional.

Namun mengingat hal tersebut berhubungan dengan tugas, selaku orang tua, pria bertubuh tegap dengan janggut di dagunya itu cuma bisa mendoakan kelancaran urusan putri kesayangannya.

“Keluarga cuma berharap Sofia dapat melaksanakan tugas lancar, dikasih kesehatan. Sudah, begitu saja,” kata Tatang di depan awak media.

“Kami percaya anak kami,” imbuh dia.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Kesbangpol, Kabupaten Sumedang Asep Tatang Sujana. Dia menilai tak adanya konfirmasi kepada orang tua membuat rasa kecewa bertambah.

Dia sendiri, mengaku pihaknya keberatan atas kebijakan mendadak tersebut. Namun, Asep mengatakan urusan keberatannya sudah terwakili oleh pernyataan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat.

“Tiba-tiba, nah itu jadi kecewa. Cuma karena ini adalah masalah pengorbanan untuk bangsa, sesuai dengan kesepakatan yang disampaikan Kesbangpol Prov, biar yang membuat keberatan tentang peristiwa ini,” katanya.