Cerita Pandawara Group Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Talkshow soal lingkungan menghadirkan pihak Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Pandawara Group dan mahasiswa Universitas Muria Kudus di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (12/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Talkshow soal lingkungan menghadirkan pihak Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Pandawara Group dan mahasiswa Universitas Muria Kudus di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (12/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Pandawara Group merupakan komunitas yang beranggotakan pemuda asal Bandung, Jawa Barat. Mereka dikenal melalui aksi bersih-bersih sungai dari sampah.

Namun, upaya mereka mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan tidak selalu berjalan mulus. Anggota Pandawara Group, Muchamad Ikhsan, mengatakan mereka sempat mendapat cibiran dari orang-orang terdekat saat pertama kali memulai kegiatan tersebut.

"Ada nyinyiran dari orang terdekat. Kami dibilang sok-sokan ketika mau memulai hal baru. Tetapi kami tetap berjalan sambil memberikan edukasi," katanya saat sesi talkshow Green Campus di Universitas Muria Kudus, Sabtu (12/9).

Ikhsan mengatakan pencapaian Pandawara Group hingga saat ini dimulai dari aksi kecil untuk peduli terhadap lingkungan. Hal tersebut membuatnya optimistis untuk terus mengajak masyarakat melakukan hal serupa.

"Pandawara Group berada di titik ini awalnya dimulai dengan aksi peduli lingkungan yang tentunya dimulai dari hal kecil. Walaupun, terkadang kita baru sadar untuk peduli lingkungan ketika sudah terdampak masalah lingkungan," terangnya.

Anggota Pandawara Muchamad Ikhsan memberikan penjelasan saat acara talkshow yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (12/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Menurut Ikhsan, salah satu persoalan lingkungan yang kerap muncul adalah sampah yang menumpuk di sungai. Tumpukan sampah tersebut dapat memicu bencana banjir.

"Nah makanya bisa dimulai dulu dengan hal kecil seperti membawa tumbler sendiri," ujarnya.

Sebagai komunitas yang bergerak di bidang lingkungan, Pandawara Group menggunakan pendekatan komunikasi kepada masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku. Menurut Ikhsan, pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap.

"Gaya komunikasi pendekatan kami dari yang tidak tahu menjadi tahu. Kemudian dari yang sudah tahu menjadi mau," jelasnya.

Ia tak menampik mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan tidak mudah. Hal tersebut dialaminya setiap kali berkunjung ke sejumlah daerah.

"Maka dari itu mahasiswa juga harus peduli terhadap lingkungan. Karena kita semua di sini tidak hanya menumpang hidup. Kita di sini berdampingan dengan lingkungan, sehingga jangan merugikan lingkungan sekitar," ucapnya.

Senada, anggota Pandawara Group Muhammad Rafly mengatakan diperlukan pendekatan untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap lingkungan. Menurut dia, pendekatan yang dilakukan harus variatif.

"Green Campus merupakan wadah yang cocok ketika ada ide soal peduli lingkungan supaya bisa dieksekusi bersama-sama lewat Green Campus," jelasnya.

Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra saat memberikan penjelasan pada talkshow di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (12/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Sementara Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation Dandy Mahendra mengatakan kegiatan pemilahan sampah telah dilakukan melalui program Kudus Asik. Sampah organik dari rumah tangga dipilah untuk kemudian diolah menjadi pupuk.

"Sampah organik ini diolah kembali menjadi pupuk. Selanjutnya, pupuk tersebut digunakan untuk menyuburkan tanaman yang digunakan untuk program penanaman," imbuhnya.