kumparan
15 Mei 2018 15:35 WIB

Cerita Pastur Soal Aksi Heroik Daniel yang Adang Mobil Bom Bunuh Diri

Pujian wilayah untuk Daniel Agung Putra Kusuma. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna merupakan satu dari tiga gereja di Surabaya yang dibom pada Minggu (13/5) pagi. Ledakan bom di gereja tersebut menyebabkan satu pelaku dan tujuh orang jemaat tewas.
ADVERTISEMENT
Salah satu korban tewas adalah Daniel Agung Putra Kusuma (15), warga Dukuh Kupang. Saat kejadian dia sedang menjaga parkir di Jalan Arjuno. Setiap Minggu dia membantu ayahnya yang juga petugas parkir di GPPS. Daniel berusaha menghalangi mobil Avanza yang memaksa masuk ke halaman gereja.
Menurut Pendeta Dr. Sewie Elia Huang yang juga Ketum Sinoda GPPS Jemaat Sawahan, Daniel memang sedang membantu ayahnya menjaga ketertiban parkir. Tiba-tiba ada mobil masuk saat gerbang sedang dibuka karena ibadah telah selesai.
"Ibadah belum bubar pagar ditutup, ibadah bubar gerbang dibuka. Teroris masuk, dia (Daniel) sedang bantu bapaknya parkir mencegat dan meledaklah bom," kata Sewie Elia.
Setelah kejadian itu Daniel tidak langsung ditemukan, dia ditemukan keeseokan harinya. Akibat ledakan yang kuat mobil yang diadangnya pun hancur, sehingga Daniel yang dekat dengan mobil itu ditemukan dalam keadaan tidak utuh.
ADVERTISEMENT
"Jenazah Daniel saat itu belum ditemukan, ditemukan esoknya sudah dalam bentuk daging-daging. Waktu itu mobil hancur, mesin terlempar ke pintu gereja," ucap Sewie.
Sewie pun tak bisa membayangkan bila mobil itu tidak diadang Daniel, mungkin keadaan geraja akan lebih parah dan korban pun lebih banyak. Daniel menjadi pahlawan bagi para jemaat di GPPS Pantekosta.
"Waktu itu kami tak tahu bahwa sebagian mesin masih terdapat bom. Seandainya Avanza masuk sampai dalam itu pasti lebih parah. Untung Daniel mencegat," tutur Sewie.
Kejadian gereja dibom di Surabaya, mengingatkan Sewie terhadap Yesus yang selalu mengasihi dan perbuatan itu memang sebaiknya diterapkan manusia.
"Kita prihatin di zaman modern masih punya pandangan tidak mengasihi sesama manusia. Yesus mengajarkan untuk selalu mengasihi, itu selalu harus diwujudkan sesama manusia," katanya.
ADVERTISEMENT
Setelah kejadian bom bunuh diri gereja BPPS mengalami kerusakan yang cukup serius, dan mengganggu kegiatan ibadah.
"Kerusakan di gereja parah, ibadah raya gereja tak akan muat. Namun untuk ibadah pemuda masih ada rutinitas. Kami upayakan kepada polisi agar tempat ibadah bisa digunakan," pungkas Sewie.
Daniel berkorban nyawa untuk melindungi orang-orang yang sedang beribadah di gereja. Keberanian Daniel ini membuat dia mendapatkan julukan Little Hero dari masyarakat. Ungkapan terima kasih atas jasa Daniel diunggah melalui Facebook dengan akun Susy Rizky.
.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan