Cerita Pemandu Lihat 2 Korban Tertimpa Batu Besar Saat Erupsi Gunung Dukono

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026). Sejumlah pendaki terjebak.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026). Sejumlah pendaki terjebak. Foto: Dok. Istimewa

Satreskrim Polres Halmahera Utara memeriksa seorang pemandu pendakian Gunung Api Dukono. Ia merupakan memandu para pendaki saat gunung tersebut erupsi, yang mengakibatkan 3 orang pendaki tewas dan belum dapat dievakuasi hingga saat ini.

Dari video yang diterima kumparan, seorang pemandu bercerita bahwa ia melihat 2 orang pendaki WNA Singapura tertimpa batu besar saat erupsi terjadi.

Diketahui 2 WN Singapura yang menjadi korban bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Sementara WNI yang menjadi korban tewas bernama Enjel.

Namun ia tak mengetahui nasib Enjel, pendaki WNI yang ikut menjadi korban tewas.

Proses evakuasi pendaki terjebak di Gunung Dukono, Halmahera Utara, yang meletus, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Basarnas

“Saya melihat meraka berdua tertimpa batu besar, kalau Enjel saya sudah tidak perhatikan,” ucap pemandu tersebut saat ditanya polisi.

Pemandu itu mengaku melihat langsung di atas bahu korban ada batu besar dan batu tersebut sangat panas karena baru itu terlempar saat erupsi.

“Batu besar sekali Pak, walaupun saya tidak mengecek denyut nadi, 100 persen saja jamin meninggal Pak, karena saya berdiri pas di depan korban,” ungkapnya kepada polisi.

Pemandu itu sempat berlindung di batu besar tepat berada di atas bahu para korban, karena banyak batu yang terlempar saat erupsi.

“Setelah itu yang lain berlari ke arah bawah untuk turun, saya lari ke atas, ke arah puncak, untuk melihat korban lain,” pungkasnya.

Dalami Unsur Kelalaian Pemandu

Pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono yang berhasil dievakuasi berada di dalam mobil ambulans di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Foto: BPBD Halmahera Utara/HO-ANTARA

Sementara Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan mendalam pada si pemandu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi, ia terbukti sengaja membawa rombongan wisatawan asing dan WNI mendekati kawah. Padahal kawasan dalam radius 4 kilometer dinyatakan tertutup dan berstatus Waspada.

“Kami sedang mendalami kasus ini. Jika terbukti ada unsur kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, maka pemandu bisa dijerat pidana. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tegas dan mengakhiri.