Cerita Pemuda di Sleman Bikin Wahana Kano di Selokan Mataram
·waktu baca 4 menit

Sejumlah pemuda di Dusun Trini RT 07 RW 18, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, bikin wahana kano di Selokan Mataram.
Wahana perahu menyusuri Selokan Mataram ini muncul atas ketidaksengajaan.
Semua bermula dari aksi bersih-bersih Selokan Mataram oleh para pemuda untuk menyambut lomba Agustusan.
"Kita mulai baru semingguan yang lalu," kata Ilham Haris Almaida Rahman (22 tahun), salah satu pemuda, melalui sambungan telepon, Selasa (9/9).
Ilham dan teman-teman memanfaatkan Selokan Mataram yang dekat dari rumah mereka menjadi tempat yang menarik. Menjadi wahana yang menyenangkan dan berperan menjaga kebersihannya.
"Kita itu dimulai dari kelompok kecil, berisi empat sampai lima orang. Ada momentum bersih-bersih Selokan karena digunakan untuk lomba Agustusan," bebernya.
"Di situ kita mulai iuran beli kapal satu. Lalu bisa tambah, bisa tambah," terangnya.
Saat ini sudah ada lima kano yang kemungkinan akan bertambah lagi. Kano menyusuri sekitar 1,5 kilometer Selokan Mataram.
"Berawal dari iseng, terus ide itu muncul, terus dieksekusi," bebernya.
Selama ini, menurut Ilham, Selokan Mataram selalu dicitrakan sebagai irigasi dan tempat buang sampah. Citra itu yang sedang coba diubah.
"Jadi selama ini kan image Selokan kan yang cuma tempat irigasi, tempat buang, bahkan buang sampah dan lain-lain. Nah, dengan kebersihan Selokan itu kan jadi lebih nyaman dipandang dan juga lebih nggak ragu buat nyemplung, buat ikut nyebur ke situ," katanya.
Ingin Selokan Bersih
Ilham bilang kondisi Selokan Mataram di sekitar tempat tinggalnya selama ini sempat kotor. Banyak sampah rumah tangga, bahkan limbah, hingga pecahan beling.
Dengan kegiatan ini harapannya Selokan Mataram bisa senantiasa bersih karena warga mendapat banyak manfaat tidak hanya untuk mengairi sawah, tetapi juga sarana rekreasi.
"Kita mulai dari kampung kita dulu. Dengan output semoga masyarakat lainnya bisa ikut peduli dan menjaga," bebernya.
Semangat ini diharapkan bisa menular ke dusun atau desa lain. Sehingga, Selokan Mataram yang bersih bisa semakin panjang.
Rencana Dikomersilkan
Kano di Selokan Mataram ini mendapat respons positif dari masyarakat luas. Meski begitu, saat ini para pemuda belum memungut biaya bagi masyarakat yang mencoba wahana ini.
Ke depan ada rencana wahana ini dikomersilkan. Dengan harapan ada manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan untuk warga sekitar.
"Tentunya kami sedang menjalankan surat izin ke badan yang mewenangi Selokan dan mungkin ke pemerintah desa, seperti itu," katanya.
Selain itu, dia juga telah berkomunikasi dengan wahana rafting lain seperti di Sungai Elo, Magelang, terkait keamanan wahana kano seperti ini.
Tumbuhkan UMKM
Ilham dan teman-teman melihat UMKM di sekitar saat ini kondisinya tengah lemah. Dengan wahana baru di Selokan Mataram ini diharapkan UMKM bisa kembali tumbuh.
"Mungkin salah satu dengan kegiatan ini bisa membantu UMKM di sekitar kita," jelasnya.
Saat ini mereka juga telah berkolaborasi dengan UMKM GB Kostum. Mereka naik kano dengan kostum-kostum unik seperti Spiderman, dan lain-lain.
Tak Setiap Hari Operasi
Wahana kano tak bisa setiap hari beroperasi. Contohnya pada hari ini karena debit Selokan Mataram kecil.
"Setiap hari Selasa kan pasti itu Selokan itu kan surut, airnya turun. Kemudian Rabu baru ngisi dan biasanya kalau Rabu itu kotor. Soalnya dasar dari bawah," jelasnya.
Kano baru bisa beroperasi sekitar hari Kamis hingga Senin. Sebelum beroperasi para pemuda juga rutin membersihkan Selokan Mataram terlebih dahulu.
Mereka pun terbuka jika ada masyarakat yang ingin turut bersih-bersih bersama.
"Dipersilakan, kami terbuka. Siapa pun boleh ikut, dari daerah mana, dari warga manapun, boleh ikut (bersih-bersih Selokan Mataram)," jelasnya.
Tentang Selokan Mataram
Selokan Mataram adalah saluran irigasi yang bersejarah. Kanal yang berada di Kabupaten Sleman ini dibangun pada masa pendudukan Jepang.
Dikutip dari website Pemda DIY, Selokan Mataram adalah strategi Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam menghadapi penjajahan Jepang.
Dengan memerintahkan rakyatnya membangun selokan untuk mencegah Jepang membawa rakyat Yogyakarta untuk romusha atau kerja paksa.
Proyek pembangunan selokan ini menghubungkan Sungai Progo dan Sungai Opak yang kemudian disebut dengan Selokan Mataram. Selokan Mataram panjangnya mencapai 31,2 km dengan pusat selokan yang ada di Desa Bligo dan Karang Talun.
— — —
#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.
