Cerita Pemudik yang Pulang ke Jawa dari Bali
·waktu baca 1 menit

Mudik tak hanya melulu soal pulangnya orang-orang ke kampung halaman dari Jakarta. Ada juga yang pulang dari Bali, menuju ke Jawa. Kisahnya memang tak sedramatis para pemudik dari Jakarta, yang harus memperhatikan rekayasa lalu lintas hingga memilih tanggal yang tepat agar perjalanan lancar.
Salah satu kisah dituturkan oleh Nabila Ulfa, pemudik asal Probolinggo yang berangkat dari Badung, Bali. Ia tak menemui kendala berarti saat melakukan perjalanan mudik.
"Saya berangkat dari Mengwi, Kabupaten Badung pukul 10.30 WITA. Sekitar pukul 13.45 WITA saya sampai Pelabuhan Gilimanuk, lalu menyeberang pakai ferry," kata Nabilla kepada kumparan, Senin (2/5).
Saat menyeberang, Nabilla tidak menemui kemacetan atau antrean kendaraan yang akan naik kapal. Nabilla hanya melihat 20 motor di antrean.
"Tapi mobil ada 4 baris, ya, sekitar 50 lah. Tapi kapal sudah siap, di dermaga 1 dan 3, saya hanya menunggu 10 menit," kata Nabilla.
Saat mengantre, tidak ada pengecekan dari petugas termasuk pengecekan PeduliLindungi.
"Petugas hanya cek tiket saja," kata Nabilla.
Bagi Nabilla, situasi ini cenderung lebih ramai daripada hari biasanya. Meskipun ia tidak menemui kemacetan selama perjalanan dari Badung ke Gilimanuk.
"Lebih ramai. Padat lah. Tapi enggak sampai ada titik macet," pungkas Nabilla.
