Cerita Penangkapan Terduga Teroris di Rumah Makan di Punclut

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Densus 88 (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Densus 88 (Foto: Reuters)

Seorang terduga teroris berinisial F (27) ditangkap Densus 88 saat sedang berada di sebuah rumah makan di daerah Punclut, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/6). Saat ditangkap, ia sedang makan bersama keluarganya di sebuah restoran, Selasa (19/6).

Penangkapan tersebut dilakukan saat rumah makan tersebut sedang ramai pengunjung. Punclut merupakan salah satu daerah wisata, utamanya jejeran rumah makan khas Sunda.

Salah satu pegawai rumah makan bernama Rizha Putera, mengaku melihat saat F ditangkap oleh Densus 88. Saat itu, F, yang tengah berwudu untuk menjalankan salat Zuhur tiba-tiba didatangi oleh sejumlah orang berpakaian sipil.

"Dia sedang wudu terus dibawa ke atas. Langsung dibawa ke mobil," ujar Rizha kepada kumparan, Rabu (20/6).

Menurutnya, saat itu F tengah makan bersama dengan sejumlah orang diduga keluarganya yang berjumlah sekitar lima orang.

"Kayak lagi sama keluarganya. Ada perempuan juga," kata dia.

Sementara pemilik rumah makan tersebut, Rodiyah, mengatakan, saat ia sedang salat Zuhur mendengar teriakan dari orang yang berada di dalam musala yang menyebutkan ada penangkapan. Teriakan tersebut diduga berasal dari keluarga F.

"Jadi waktu saya lagi salat, orang di sebelah saya ada yang bilang, 'cepet itu F dibawa'," kata Rodiyah menirukan ucapan orang yang diduga keluarga F tersebut.

Selain F, Densus 88 menangkap tiga orang lainnya berinisial MN, R dan ST. MN dan R ditangkap di Bandung Barat sedangkan ST dicokok di Kebumen. Keempat orang tersebut saling kenal, mereka terhubung melalui grup Telegram.