Cerita Pencari Jasad dan Sisa-sisa Peninggalan Korban Perang Vietnam

Tycoria Johnson, seorang warga Amerika Serikat diberi tugas untuk mencari peninggalan para korban perang Vietnam yang berlangsung pada 1955-1975 silam. Perang ini menewaskan ribuan tentara AS dengan total korban mencapai jutaan jiwa.
Apa yang dilakukan oleh Johnson mirip dengan misi yang dilakukan oleh ayahnya, Tommy Murphy seorang sersan dari Angkatan Darat AS, tujuh belas tahun silam di Vietnam. Nahasnya, saat itu ayahnya meninggal karena kecelakaan helikopter dalam upaya menemukan mayat-mayat tentara AS yang tewas dalam peperangan.
"Saya merasa seperti dia tidak sempat menyelesaikannya. Jadi saya ingin melakukan ini untuknya," kata Johson seperti dilansir AFP, Jumat (27/4).
Johnson ditugasi untuk membantu memulihkan jasad seorang pilot pesawat yang jatuh di Provinsi Quang Ngai pada 1966 silam. Johnson menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk menjelajahi hutan mencari pecahan tulang maupun gigi korban.
Johnson merupakan bagian dari Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), sebuah badan di AS yang bertugas untuk mencari jasad yang hilang dalam perang yang melibatkan AS di seluruh dunia.

Saat ini DPAA berfokus untuk memulangkan lebih dari 1.000 jasad tentara yang tersisa dari perang Vietnam, termasuk para tentara yang gugur dan jasadnya ditemukan di negara lain seperti Laos, Kamboja, dan China.
Direktur DPAA, Kelly McKeague mengatakan sulit untuk memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa kembali jasad para tentara itu dari Vietnam.
"Waktu adalah musuh terbesar kami. Saksi semakin menua bahkan mati. Penting bagi kami untuk mempercepat langkah," kata McKeague.
Bukan hanya Amerika Serikat, McKeague menyebut ada sekitar 300 ribu jasad tentara Vietnam yang belum ditemukan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya dana dari Pemerintah Vietnam dan pengujian DNA yang terbatas.

"Bekerja sama dengan AS mencari para korban yang hilang di Vietnam, adalah cara untuk mendapatkan dukungan dari AS untuk menemukan para martir Vietnam tersebut," jelas McKeague.
Bagi Johnson atau mungkin para keluarga korban perang lainnya, berkumpul bersama keluarga adalah sesuatu yang sangat berharga. Meskipun dalam keadaan sudah meninggal. Ia mengerti betul perasaan itu karena jasad ayahnya dipulangkan dan dimakamkan di Virginia, AS.
"Bisa membantu orang lain merasa lebih lengkap, itulah yang membuat ini menjadi luar biasa bagi saya," tandas Johnson
