Cerita Pendaki Alami Fenomena Embun Es di Ranu Kumbolo, Semeru

Kristianto Fajri, terkejut bukan kepalang. Saat bangun pagi, dia mendapati ada tumpukan es di atas tendanya. Fenomena embun es ini dialami Kristianto di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Lumajang, Jatim.
"Saya bangun jam 05.00 WIB, yang saya rasakan cukup terkejut, karena selama saya mendaki 5 tahun terakhir belum pernah menemukan kejadian seperti ini," kata Kristianto yang diwawancarai kumparan, Rabu (26/6).
Kristianto dan delapan orang rekannya dari Bandung mendaki Semeru pada 21-24 Juni. Ketika mendaki mereka tak menyangka, akan menemukan fenomena embun es.
"Di Ranu Kumbolo, pagi itu saya lihat suhu sampai minus 3 derajat," jelas dia.
Fenomena embun es ini diabadikan dengan kamera oleh banyak pendaki yang memenuhi kawasan itu.
"Mereka heran dan senang, seperti melihat salju," imbuh Kristianto.
Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memang favorit para pendaki. Sebuah film berjudul 5 Cm pernah mengupas tentang pendakian Gunung Semeru.
Jelang siang, sekitar pukul 08.00 WIB, udara mulai menghangat, es juga mulai mencair.
"Tapi anginnya dingin," imbuh dia.
Fenomena embun es ini, di kawasan Semeru sejauh yang dia tahu hanya ditemukan di Ranu Kumbolo. Di puncak Gunung Semeru, di Mahameru, dia tak menemukannya.
Sedang Danau Ranu Kumbolo, menurut Kristianto tak sampai membeku. Hanya saja kabut pekat menutupi air. Kristianto dan rekannya sempat mengambil video dan gambar di kawasan itu.
Satu hal lain yang dirisaukan Kristianto soal udara yang mendingin ini, nasib para petani di lereng Semeru. Menurut dia, sayuran para petani rusak karena fenomena ini.
"Ini mungkin karena perubahan iklim ya," tegas dia.
"
