Cerita Pengemudi TransJ Ciledug-Tendean Ketika Berkendara Malam Hari

kumparanNEWSverified-green

clock
Jalan Layang Khusus Transjakarta Koridor 13. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Layang Khusus Transjakarta Koridor 13. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Koridor 13 Transjakarta rute Ciledug-Tendean ditunggu-tunggu penumpangnya, khususnya yang tinggal di pinggiran Jakarta. Namun kendala malam hari menjadi masalah dari jalur tinggi tersebut.

Pengemudi TransJakarta jalur Ciledug-Tendean membagi kisah usai uji coba di malam hari. Marlon Bernando namanya, pria 33 tahun yang telah dua tahun mengemudi transjakarta bercerita mengenai mengemudi di jalur malam.

"Kalau masalah gelap, malam pasti gelap. Mungkin penerangan akan ditambah lagi di setiap titik manuver yang sangat ekstrim itu," ucap Marlon usai uji coba, Minggu (9/7).

Menurut Marlon, mata kucing yang ada di jalur sangat membantu bagi para pengemudi bus dengan jalur khusus itu. "Sangat membantu pramudi (pengemudi) apalagi dalam pelayanan sapu jagat malam itu sangat membantu," ucap Marlon.

video youtube embed

Marlon pun melanjutkan titik mana saja yang menjadi kendala bagi pengemudi khususnya saat berkendara di malam hari. "Kebayoran Lama yang ambil manuver tidak terlalu sulit, tapi butuh kehati-hatian kalau tidak hati-hati bodi sebelah kanan bisa terbentur pembatas," ucap Marlon.

Mengenai lampu kala ada bus dari arah yang berlawanan, Marlon memberikan solusi tentang itu. Ia mengatakan tak perlu digunakan lampu jauh apabila berpapasan dengan bus yang berlawanan arah. "Ya disitu ada juga mengganggu otomatis kalau ada bus lawan arah kita engga make lampu jauh," ujar Marlon.

Marlon pun mengaku siap apabila nanti 17 Agustus 2017 rute TransJakarta Ciledug-Tendean dibuka untuk khalayak. "Untuk pramudi (pengemudi) sangat siap," tegas Marlon.