Cerita Penonton Orchestra Experience: Sudah Antre, Acaranya Batal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana panggung Orchestra Experience di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (4/10/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana panggung Orchestra Experience di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (4/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah penonton Orchestra Experience di BSD, Tangerang, Banten, mengaku menjadi korban penipuan. Konser tersebut batal digelar sekitar 30 menit sebelum pertunjukan dimulai.

Salah satu korban, Muza, mengatakan dirinya bersama tiga rekannya telah membeli tiket untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Namun, pembatalan baru diketahui penonton setelah mereka tiba di lokasi.

"Dibatalkan H-1 jam sepihak. Penonton tahu semua setelah di lokasi," kata Muza kepada kumparan, Selasa (6/10).

Muza mengatakan pertunjukan seharusnya dimulai pukul 19.00 WIB. Dia tiba di lokasi sekitar pukul 18.50 WIB dan melihat kondisi sudah ramai dengan penonton yang mengantre.

Saat itu, Muza mengaku langsung mencari informasi mengenai pertunjukan. Dia kemudian bertanya kepada petugas keamanan di lokasi.

Sejumlah penonton Orchestra Experience di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (4/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Saya sampai jam 18.50 sudah ramai dan antre nulis di buku daftar korban. Saya langsung nerobos ke belakang meja dan bertanya ke security, lalu security menunjukkan surat pengumuman pembatalan dari HP bapak security," ujarnya.

Menurut Muza, tidak ada pihak penyelenggara yang datang menemui penonton di lokasi. Penonton hanya mendapatkan informasi pembatalan melalui pengumuman yang ditunjukkan petugas keamanan.

"Enggak ada, Kak. Enggak ada siapa pun, hanya satpam. Pihak penyelenggara tidak ada yang datang sama sekali selama malam itu," tegasnya.

Sejumlah penonton Orchestra Experience di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (4/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Muza bersama sejumlah penonton kemudian tetap berada di lokasi sekitar dua jam karena menunggu pihak penyelenggara datang. Namun, menurut dia, tidak ada perwakilan penyelenggara yang menemui mereka.

Dia kemudian bersama korban lainnya mendatangi kantor polisi sekitar pukul 21.00 WIB.

152 Orang Diduga Jadi Korban

Muza mengatakan jumlah korban yang telah bergabung dalam grup WhatsApp korban saat ini mencapai sekitar 152 orang. Namun, angka tersebut belum menggambarkan jumlah keseluruhan penonton yang merasa dirugikan.

"Kalau di grup korban 152 dan masih banyak yang belum masuk grup. Totalnya estimasi nilai kerugian belum tahu karena didasarkan empat kelas," ujarnya.

Harga tiket Orchestra Experience tersebut disebut bervariasi berdasarkan kategori. Dari informasi yang diterima Muza, harga tiket yang ditawarkan mulai sekitar Rp 249 ribu hingga Rp 1,4 juta.

Sejumlah penonton Orchestra Experience di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (4/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Menurut dia, besaran kerugian masing-masing penonton berbeda karena kategori tiket yang dibeli juga berbeda. "Kerugian beda-beda berdasarkan kategori tiket," katanya.

Muza menilai kondisi tersebut juga merugikan penonton yang telah membeli tiket dengan harga lebih tinggi. Dia menyebut terdapat penonton berusia lanjut yang datang untuk menyaksikan pertunjukan.

"Kalau saya kerugian sedikit, kasihan yang beli VVIP dan usia yang agak sepuh untuk menonton ini," ujarnya.

Dilaporkan ke Polisi

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan tertanggal 4 Oktober 2026 dengan nomor LP/B/3164/X/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA, pelapor Nadia Salsabila mengadukan dugaan penipuan atau perbuatan curang terhadap pihak yang disebut sebagai PT Onyx Production Indonesia.

Pelapor disebut membeli dua tiket konser musik klasik senilai Rp 698 ribu.

Terkait pengembalian dana atau refund, Muza mengatakan sebagian korban telah menerima email terkait proses tersebut. Namun, menurut dia, ada korban dari pertunjukan pada tanggal berbeda yang sebelumnya telah mengajukan refund tetapi belum mendapat respons.

"Terkait ini [refund dana] ada beberapa yang mendapat email untuk hal tersebut, tapi ada korban lain dari acara dengan tanggal berbeda sebelumnya sudah mengajukan refund tapi tidak ada respons sama sekali," kata Muza.

Ilustrasi orkestra. Foto: Kitreel/Shutterstock

Sementara itu, dalam surat bernomor 005/ONYX-Eks/X/2026 tertanggal 4 Oktober 2026, PT Onyx Production Indonesia menyampaikan pemberitahuan pembatalan acara Orchestra Experience yang dijadwalkan digelar di The Entrance Convention Hall, Tangerang, pada Minggu (4/10).

Dalam surat tersebut, pihak penyelenggara menyebut pembatalan dilakukan karena adanya penyesuaian terhadap pelaksanaan acara.

"Dengan adanya penyesuaian terhadap rencana pelaksanaan acara, dengan ini kami menyampaikan bahwa acara tersebut dibatalkan dan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan," tulis surat tersebut.

"Kami memohon maaf atas pemberitahuan dan ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pembatalan ini. Kami juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan dari pihak The Entrance Convention Hall selama proses persiapan acara," lanjutnya.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Iptu Wahyuni sebelumnya membenarkan laporan tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan.

"Bahwa benar saat ini Polres Tangsel telah menerima laporan polisi terkait dengan kejadian tersebut," kata Wahyuni kepada kumparan, Selasa (6/10).

"Saat ini Sat Reskrim telah melakukan penyelidikan atas peristiwanya," lanjut dia.