Cerita Penumpang saat 3 Jalur Stasiun Bogor Ditutup buat Perpanjangan Peron

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line berjalan di peron Stasiun Bogor saat hari pertama kerja pascalibur Lebaran di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line berjalan di peron Stasiun Bogor saat hari pertama kerja pascalibur Lebaran di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO

Pada hari ini, Rabu (15/4), Stasiun Bogor mengalami perubahan layanan. Jalur 6, 7, dan 8, serta selasar sisi selatan Stasiun Bogor ditutup sementara untuk pekerjaan perpanjangan peron dan kanopi.

Suasana berbeda terasa di 3 jalur tersebut. Seorang penumpang KRL dari Stasiun Bogor, Disti, mengatakan per pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB, para penumpang yang masuk melewati Jalan Mayor Oking, telah diarahkan petugas untuk melewati jalur yang berbeda untuk masuk ke dalam stasiun.

"Ditutupnya itu kan masuknya lewat Mayor Oking, itu ditutup dari jalan peron 6 hingga 8. Jadi jalur yang biasanya orang masuk peron tuh ditutup, trus dialihin ke sebelah kanan, jadi keluar-masuknya lewat situ," ujar Adis saat dihubungi kumparan.

Suasana penumpang di Stasiun Bogor, Jawa Barat, di hari pertama bekerja usai libur Lebaran, Senin (30/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ia mengatakan, Selasa (14/4) pagi jalur tersebut belum ditutup, namun sederet toko di sepanjang peron 8 sudah ditutup dan kosong.

"Kemarin aku sampe jam 06.30 WIB itu masih belum ditutup, tapi toko-toko udah mulai kosong gitu," jelasnya.

Adis mengatakan, jalur masuk peron yang ditutup hanya yang dari Jalan Mayor Oking. Sementara yang dari arah alun-alun tak ada perubahan. Ia mengaku tak begitu bingung dengan perubahan tersebut karena sudah ada pemberitahuan petugas melalui pengeras suara.

"Aku sih enggak bingung karena pas baru masuk udah ada pemberitahuan dari petugas pakai toa. Udah ada barikade gitu kayak tali yang mengarahkan penumpang ke jalur sementara. Penumpang juga diarahin lewat Skybridge juga," ungkapnya.

Sejumlah penumpang antre menunggu kedatangan KRL Commuter Line saat hari pertama kerja pascalibur Lebaran di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO

Adis mengatakan, tadi pagi saat ia berangkat kerja tak melihat adanya penumpukan yang berarti imbas penutupan 3 peron tersebut.

"Yang aktif tadi peron 2 sama 3, yang 4-5 tadi belum melihat kereta masuk. Tapi penumpang nggak ada penumpukan, masih aman-aman aja, mungkin karena jam 08.30 WIB, tapi pas pagi banget atau sore waktu pulang kerja mungkin chaos kali ya," ungkapnya.

Selama pekerjaan berlangsung, akses naik dan turun penumpang Commuter Line hanya di peron jalur 2-3. Selain itu, juga di peron jalur 4 dan 5.

Suasana penumpang di Stasiun Bogor, Jawa Barat, di hari pertama bekerja usai libur Lebaran, Senin (30/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

"Untuk akses yang lebih mudah dan ringkas selama masa pembangunan, pengguna dapat menggunakan gate masuk dan keluar di Hall Sisi Timur (Alun-alun Bogor)," demikian keterangan KAI Commuter di akun X-nya, Selasa (14/4).

"Akses keluar masuk melalui Gate Barat (Jl Kapten Muslihat, Jl Mayor Oking), tetap dibuka melalui jalur akses sementara yang telah disediakan," demikian penjelasan KAI.

Selain itu di sisi barat juga terdapat akses alternatif menuju dan dari peron 2, 3, 4, serta 5 juga dapat melalui JPO Paledang yang menyambungkan sisi barat dan timur Stasiun Bogor.