Cerita Penumpang saat Kecelakaan KRL-Mobil di Citayam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi KRL. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KRL. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sebuah mobil menabrak KRL padat penumpang di Jalur Hilir Stasiun Citayam-Depok. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/4) pagi sekitar jam 06.40 WIB.

Salah seorang saksi mata bernama Prismono menceritakan detik-detik ketika KRL yang ia tumpangi tertemper mobil. Menurutnya, KRL ketika itu sedang berjalan menuju Jakarta Kota.

"Saya naik kereta dari Stasiun Citayam tujuan Jakarta Kota," kata Prismono saat dikonfirmasi.

Prismono menjelaskan, lokasi kecelakaan di sekitar Rawa Geni, Depok. Tepatnya dekat Perumahan Permata Regency Depok.

X post embed

Dirinya tidak mengetahui KRL yang ditumpanginya itu terlibat kecelakaan dengan mobil. Yang dirasakan awalnya hanya kereta tiba-tiba melambat drastis.

"Saya enggak tau langsung kejadiannya. Tapi itu perlintasan non resmi, yang banyak di sekitaran Depok-Citayam," jelas dia.

"Sepertinya, mobil mogok atau macet karena jam sibuk pagi," tambah dia.

instagram embed

Prismono menambahkan, kecepatan kereta memang tidak sedang maksimal. Sehingga perlambatan karena kecelakaan tidak sampai membuat penumpang berjatuhan.

"Mungkin sudah diperlambat jalannya kereta. Itu mobil terseret beberapa meter" ucap dia.

Namun, dia tidak mengetahui apakah sopir atau penumpang mobil itu menjadi korban.

"Enggak tahu kondisi penumpang mobil, tapi enggak ada ambulans yang datang. Mungkin orangnya sudah sempat keluar," tambah dia.

kumparan post embed

Penumpang KRL Tidak Terluka Namun Sempat Kaget

Prismono mengatakan, berdasarkan pengamatannya setelah kejadian, tidak ada penumpang KRL menjadi korban. Hanya saja, para penumpang sempat kaget.

"Penumpang kereta enggak ada yang luka. Mungkin agak kaget aja ketika kereta ngerem dan ada beberapa yang terhuyung karena enggak pegangan saat berdiri," kata Prismono.

"Ini di dalam gerbong yang padat ya, sehingga para penumpang enggak jatuh karena saling berhimpitan," tambah dia.

Prismono menuturkan, situasi di lokasi sempat padat karena kereta tidak bisa berjalan. Sedangkan para penumpang dievakuasi ke kereta lain.

Lebih lanjut, Prismono mengatakan dirinya saat ini sudah dievakuasi dan melanjutkan perjalanan menggunakan KRL lain.

"Saya sudah otw arah Jakarta dengan kondisi gerbong kereta penuh sesak," tutup dia.