Cerita Petugas TMP soal Kebiasaan Habibie Doakan Ainun Hari Jumat

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Naman, Pegawai TMP Kalibata bertugas dalam pemakaman BJ Habibie. Foto: Andreas Reki/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Naman, Pegawai TMP Kalibata bertugas dalam pemakaman BJ Habibie. Foto: Andreas Reki/kumparan

Sore itu, Naman (53) baru saja menunaikan ibadah salat Maghrib saat salah seorang anaknya memberi kabar tentang kepergian Presiden RI ke-3, BJ Habibie, di RSPAD akibat penyakit yang diderita.

"Saya sudah kebayang, ah besok pagi nih kita kerja," ucap salah satu karyawan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata ini, ketika ditemui, Kamis (12/9).

Benar saja Naman diminta menggali makan, namun tidak dikerjakan sore itu. Pekerjaan dilakukan beberapa kawannya yang bekerja pada shift malam. Namun, 06.00 WIB, ia sudah berada di TMP untuk merapikan liang lahat dari Habibie.

Bagi Naman, Habibie bukan sosok asing baginya. Ia menuturkan, presiden yang dijuluki Mr. Crack ini kerap datang, bahkan rutin ke TMP Kalibata.

"Saya selalu ingat terus tuh, Pak Habibie waktu masih sehat, pasti berkunjung ke makamnya Ibu Ainun. Pukul 10.00 WIB," kata Naman.

Suasana di Taman Makam Pahlawan Kalibata menjelang pemakaman BJ Habibie. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Namun, interaksi tidak pernah ia alami. Pasalnya, Habibie datang bersama protokoler lengkap.

"Begitu voorijder datang, ada itu 10 mobil, wah Pak Habibie datang. Saya hafal, karena pasti hari Jumat beliau datang sama anak-anaknya, lalu saya siapkan kursi, sudah," kata Naman.

"Begitu datang, ia langsung duduk. Antara sejam dua jam lah," sambungnya.

Presiden ke-3 RI BJ Habibie berziarah ke makam istrinya, Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu (5/6/2019). Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga

Hari ini, ia baru saja menuntaskan tugasnya, merapikan makam dari sang mantan presiden tersebut. Sisi dan siku yang harus rapi ia tanamkan di kepala. Ini makam presiden, pikir Naman.

Naman sudah bekerja di TMP Kalibata sejak 1993. Mengawali karir sebagai petugas keamanan, ia diangkat menjadi karyawan yang bertugas melakukan penggalian, dan perawatan makam saban hari di sana.

Ia pun bangga, alasannya, sebagai anak petani ia bisa bertemu dengan tokoh-tokoh Indonesia maupun dunia Internasional secara langsung.

"Kita sih namanya anak petani, bangga saja begitu bisa dekat, bertemu, meski tidak komunikasi dengan tokoh bangsa," kata Naman.

Presiden Indonesia BJ Habibie (tengah), ditemani istrinya Ainun, melambaikan tangan ke media pada 26 Mei. Foto: AFP/BARBARA WALTON

Satu yang ia ingat, ia pernah bersua Yasser Arafat dari jarak dekat. Hal tersebut terjadi di era Presiden Soeharto, pada saat KTT Non Blok. Ia begitu kagum dengan pistol yang dibawa Yasser Arafat.

"Saya lihat pistolnya besar sekali, gimana itu bawanya ya," kenang Naman tertawa.

Persiapan di Taman Makam Pahlawan Kalibata menjelang pemakaman BJ Habibie. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Hari ini, tugas akan ia lakukan lagi. Ia menjadi salah satu orang terakhir yang bakal melihat peti kayu dari Habibie. Ia janji tak akan grogi atau canggung kendati di sekelilingnya berdiri para pimpinan bangsa dan media massa.

"Enggaklah, sudah biasa, saya pernah ngubur dengan Pak SBY di belakang saya. Waktu Bu Ani, Presiden Jokowi pun di belakang saya," tutup Naman.

Rencananya, pemakaman BJ Habibie akan dimakamkan pada 13.00 WIB dengan didahului upacara kenegaraan. Ia akan dikebumikan di samping makam istrinya, Ainun.