Cerita Putri soal Magelang: Ultah Perkawinan Direnggut Peristiwa Menyakitkan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa Putri Candrawathi tiba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang lanjutan dengan agenda sidang tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, Rabu (18/1/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa Putri Candrawathi tiba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang lanjutan dengan agenda sidang tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, Rabu (18/1/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Putri Candrawathi membacakan pleidoi. Pembelaan atas tuntutan 8 tahun penjara yang dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam pleidoinya, Putri menceritakan peristiwa Magelang pada 7 Juli 2022 dengan lirih. Suaranya gemetar, menceritakan sembari sesenggukan.

Putri mengenang perayaan ulang tahun pernikahannya dengan Ferdy Sambo yang ke-22. Momen yang menurutnya sangat membahagiakan. Namun justru direnggut oleh peristiwa menyakitkan.

"Saya ingat, pada pergantian hari 6 Juli ke 7 Juli 2022 lalu. Saya dan suami sedang duduk bersama di ruang tamu, kemudian para pekerja kami yang berada di Magelang datang memberikan kejutan dengan membawakan kue dan nasi tumpeng yang sudah dipersiapkan suami saya. Untuk kejutan kepada saya di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke 22," Putri bercerita di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

video youtube embed

Kala itu, mereka berkumpul dan berdoa. Menyampaikan syukur atas segala kebaikan yang diberikan.

"Kemudian saya menyuapi suami saya kue dan setelah itu secara bergantian saya menyuapi nasi kuning kepada seluruh pekerja yang ada di Magelang sebagai ungkapan kebersamaan dan rasa syukur dalam sebuah keluarga. Saya gembira karena memang 7 Juli sesungguhnya adalah hari yang sangat saya nantikan tiap tahun," kata dia.

Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Ferdy Sambo mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Namun, di tanggal yang sama, lanjut Putri, saat kebahagiaan perayaan ulang tahun perkawinannya masih bergemuruh dalam pikiran dan perasaannya, ia mengalami sebuah kejadian yang sangat menyakitkan pada sore harinya.

"Peristiwa yang menimbulkan luka mendalam hingga saat ini. Kebahagiaan kami seperti direnggut dan dicampakkan dan diinjak-injak. Saya membeku. Bahkan Saya tak sempat memikirkan hal seburuk ini akan menimpa Saya dan berdampak pada keluarga," ungkap Putri.

Peristiwa yang dimaksud Putri adalah pelecehan seksual yang disebutnya dilakukan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Yang lebih sulit saya terima, pelakunya adalah orang yang kami percaya, orang yang kami tempatkan sebagai bagian dari keluarga dan bahkan kami anggap anak seperti halnya seluruh anggota pribadi suami saya lainnya," terangnya.

Putri mengaku tidak mengerti. Mengapa hal tersebut harus terjadi terhadap dirinya tepat di hari pernikahannya dengan Sambo yang ke-22.

"Yosua melakukan perbuatan keji terhadap saya. Dia melakukan kekerasan seksual, menganiaya dan mengancam membunuh bukan hanya bagi saya tapi juga bagi orang-orang yang saya cintai jika ada orang lain yang mengetahui apa yang ia lakukan," lanjut dia.

Foto alm. Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Foto: kumparan

Saat menceritakan itu, suara Putri mulai bergetar. Putri nampak tengah menahan tangis. Dia kerap berhenti sejenak, nampak seperti mengumpulkan kekuatan untuk terus membaca pembelaan.

Putri mengatakan, peristiwa itu membuatnya ketakutan. Menderita dan menanggung malu.

"Yang mulia, saya takut. Sangat ketakutan saat itu. Atas peristiwa itu, saya mengalami trauma yang mendalam pada diri saya hingga saat ini. Dan rasa malu yang berkepanjangan. Bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga kami," imbuhnya. Tangisan Putri pun pecah di persidangan.

Kemudian, di tengah goncangan itu, tambah Putri, ia berusaha dengan segala tenaga memutuskan segera kembali ke Jakarta pada 8 Juli 2022.

"Sepanjang perjalanan, saya menghabiskan waktu dengan beristirahat, sembari tetap berusaha menguatkan hati saya untuk memberanikan diri menceritakan apa yang terjadi pada orang yang paling saya percayai, yakni suami saya bapak Ferdy Sambo," kata dia lirih.

"Sebagai seorang istri, kepada siapa lagi saya harus menceritakan kepedihan ini kalau tidak pada suami? Orang yang paling saya cintai dan pelindung bagi kami sekeluarga," pungkas dia.