Cerita Relawan di Yogya, 100 Pemakaman Protokol COVID-19 dalam 20 Jam
·waktu baca 2 menit

Lonjakan kasus corona terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak pertengahan Juni. Tak hanya lonjakan kasus, pemakaman dengan protokol kesehatan pun tinggi
Pada 29 Juni lalu misalnya, relawan di Posko Dukungan Operasi Satuan Tugas COVId-19 di DIY mencatat setidaknya ada 100 pemakaman protokol kesehatan dalam sehari.
Lebih tepatnya 100 pemakaman protokol kesehatan dari 29 Juni pukul 08.00 hingga 30 Juni pukul 04.00 WIB atau 20 jam.
"Iya betul-betul. Awalnya data internal perkembangan berikutnya dirilis di akun TRC untuk gambaran secara singkat saja (kondisi terkini)," kata Komandan Posko Dukungan yang juga Komandan TRC BPBD DIY Pristiawan Buntoro saat Zoom dengan wartawan, Kamis (1/7).
Pris dan rekan relawan lain mengakui bahwa pada bulan Juni ini ada kenaikan signifikan untuk pemakaman. Namun tidak semuanya yang dimakamkan dengan protokol kesehatan terkonfirmasi positif COVID-19 tetapi ada pula yang terduga (suspect) COVID-19.
"Tidak sejumlah itu semuanya positif," ujarnya.
Ndan Pris sapaan akrab Pristiawan menjelaskan bahwa data yang disampaikan ini tidak untuk diadu dengan data rilisan Pemda. Data ini disampaikan agar semua pihak tahu kondisi di lapangan.
"Sudah kami sampaikan kami tidak mengadu data kita. Dulu data Dinkes yang disampaikan tidak ada pembanding. Tapi begitu ada data pemakaman ada data pembanding," ujarnya.
"Data kami bukan data untuk ditubrukkan. Data kami pemakaman dengan protokol kesehatan," pungkasnya.
Sementara dari data yang dikeluarkan Pemda DIY, pada 29 Juni lalu tercatat ada 18 kasus meninggal dunia. Dalam laporan tersebut dijelaskan data merupakan hasil verifikasi dinkes kabupaten dan kota.
