Cerita Repan Pemuda Baduy Lawan 4 Pembegalnya, Tangkis Celurit Pakai Tangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Seorang pemuda dari Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan yang terjadi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu malam (26/10). Ia dibegal saat berjualan madu.

Repan mengatakan kejadian pembegalan itu terjadi saat ia sedang berjalan dari Manggarai ke arah Rawasari. Ia sempat membela diri, tapi tak berhasil karena tak sanggup melawan begal yang datang keroyokan dan membawa celurit.

“Saya dari Manggarai mau menuju Rawasari. Terus, tiba-tiba saya langsung, dia langsung mengambil tas di sini. Terus saya ada bela diri sedikit, cuma enggak mampu gitu,” kata Repan saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Selasa (4/11).

“Saya tanggang (tahan) pakai tangan, jadi begini dia,” sambungnya sambil menunjukkan lengannya yang tertutup kasa.

Repan mengatakan, saat itu, ia melawan empat orang begal. Setelah mengeroyoknya, para begal itu langsung kabur menggunakan sepeda motor.

“(Diambil begal) madu 10, sama uang Rp 3 juta. Heeh, itu iya. Handphone satu,” kata dia.

Repan terluka di bagian lengannya. Setelah itu, ia mengatakan mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat, tapi ditolak karena tak memiliki KTP.

Repan yang ditolak rumah sakit itu kemudian meminta pertolongan kepada orang yang pernah membeli madunya.

“Di situ (RS) kan enggak bisa. Saya jadi langsung jemput bapak ini, Pak Melo,” ujarnya.

Pembegal Bawa Celurit

Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Mulyadi, mengatakan para pembegal itu menyabetkan celurit ke Repan.

"Dia (Repan) lagi jalan di trotoar terus datang dari belakang 4 orang itu, diadang. Dia (Repan) melawan. Pelaku bawa celurit, disabetlah, ditangkis pakai tangannya," kata Mulyadi.