Cerita RK Usai Makamkan Eril: 14 Hari yang Panjang; Disambut Baik Langit & Bumi
·waktu baca 6 menit

Jenazah putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Islamic Center Baitul Ridwan di Cimaung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (13/6/2022).
Prosesi pemakaman dihadiri oleh pihak keluarga dan warga sekitar yang berbondong-bondong datang dengan pakaian serba hitam. Diiringi oleh lantunan tahlil, pihak keluarga selanjutnya memberikan sambutan.
"Kematian Eril merupakan kehilangan yang sungguh dahsyat," ungkap sang ayah Ridwan Kamil dalam sambutannya sembari berdiri di dekat liang lahat Eril.
"Dalam momentum waktu yang nyaris sejajar, kami merasakan kehilangan yang paling besar. Tapi seketika itu juga, kami merasa dilimpahi kasih yang akbar," lanjutnya.
Ridwan Kamil dalam penutupan sambutannya juga mengatakan, ia merasa bersyukur telah memiliki Eril, sosok yang dalam hidup bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada orang tuanya.
Sebelum jenazah Eril dikubur, suara azan dilantunkan oleh Muazin Muzammil Hasballah, seorang Qari yang juga alumni ITB, satu almamater dengan Eril.
Usai Makamkan Eril, Ridwan Kamil Resmikan Pembangunan Masjid Al Mumtadz
Ridwan Kamil meresmikan pembangunan Masjid Al Mumtadz di lahan keluarganya di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Peresmian masjid Al Mumtadz itu usai dia memakamkan anak sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril di lokasi yang sama di lahan keluarga yang juga rencananya akan didirikan Islami Center.
"Masjid Islamic Center sudah 2 tahun tidak diniatkan untuk siapa-siapa semata-mata sebagai dakwah kami dan juga tempat ibadah untuk masyarakat. Namun dalam kesempatan yang istimewa ini izinkan kami mengungkapkan bahwa masjid akan diberi nama sebagai Masjid Al Mumtaz masjid yang paling baik terbaik artinya mudah-mudahan menjadi sebuah tempat yang mulia yang kebetulan dinamai dari nama akhir anak kami Emmeril Kahn Mumtadz," kata Ridwan Kamil, Senin (13/6).
Ridwan Kamil mengatakan sesuai syariat Islam,lokasi makam terpisah dari masjid bukan di dalam kawasan tidak menempel kawasan di depan kawasan masjid.
"Jauh dan cukup untuk memadai sebagai tempat yang bisa berdampingan dengan baik," ujar dia.
14 Hari Menjadi Begitu Panjang
Eril sebelumnya sempat hilang setelah berenang di sungai Aare yang terletak di kota Bern, Swiss pada 26 Mei silam.
Pencarian Eril merupakan perjalanan panjang yang berlangsung selama tepat dua pekan atau 14 hari. Pencarian ini melibatkan sejumlah pihak berwenang Swiss yang menyusuri sungai Aare setiap harinya.
Jenazah Eril pada akhirnya ditemukan pada Kamis (9/6/2022). Eril pun pulang ke tanah air pada Minggu (12/6/2022).
“Selama 14 hari Allah memberikan waktu kepada kita untuk bertahan. Selama 14 hari Allah memberikan petunjuk kepada kita untuk mengambil pelajaran dari apa yang kita lihat, kita dengar,” ungkap ayah Eril, Ridwan Kamil dalam pernyataannya saat prosesi pemakaman Eril.
Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, meski terkadang sehari dalam kehidupan dapat berlalu dengan cepat, 14 hari yang dilalui keluarganya sejak Eril dinyatakan hilang terasa begitu panjang dan tak kunjung usai.
“Sehari bisa terasa pendek dalam hidup rutin yang sehari-hari, tapi 14 hari ini menjadi begitu panjang dalam kehidupan kami. Kami bertanya-tanya mengapa harus selama ini, Ya Allah,” tutur Kang Emil.
“Mengapa tidak lebih cepat agar semua lekas berlalu, supaya kami yang hidup tidak terlalu lama mengharu-biru,” sambungnya.
Lahir di New York, Mengapa Tidak Jika Ia Wafat di Swiss
Dalam pesan yang disampaikan Ridwan Kamil usai Eril dikuburkan, ia sedikit bercerita soal anak sulungnya itu.
Ridwan Kamil mengungkapkan, ia dan keluarga sangat terpukul atas meninggalnya Eril. Selama 14 hari, keluarga melewati masa sulit mencari Eril yang hilang di Sungai Aare, Swiss.
Meski sedih, RK mengaku mendapat banyak pelajaran dari peristiwa ini. Ia mengungkapkan, hidup Eril yang singkat dan berpindah-pindah adalah kuasa Tuhan.
"Bukankah lahir di New York yang berada jauh di seberang, mengapa tidak jika ia wafat di Swiss yang jauhnya juga tidak berbilang. Bukankah tiap sejengkal tanah adalah milik Allah yang menentukan segala pergi dan pulang," tutur Ridwan Kamil.
Saat akhir pesannya, RK mengaku bersyukur memiliki anak seperti Emmeril Kahn Mumtadz.
"Kami sangat bersyukur dianugerahi seorang putra yang dalam hidupnya, bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada kami orang tua," tutupnya.
Ridwan Kamil Sampaikan Terima Kasih Jokowi-Ma'ruf di Pemakaman Eril
Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian, pemulangan hingga pemakaman putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz. Salah satu ucapan terima kasih ditujukan untuk Presiden Joko Widodo.
"Atas nama keluarga almarhum Emmeril Kahn Mumtadz saya yang pertama mengatur kan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo," kata Ridwan Kamil di acara pemakaman Eril di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6).
Ucapan terima kasih juga disampaikan untuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para pejabat, kerabat, sahabat, hingga ulama yang sudah memberikan doa untuk almarhum Eril.
"Kepada teman-teman, sahabat-sahabat Eril, sahabat sahabat kami orang tuanya, para alim ulama, tokoh masyarakat dan seluruh hadirin yang mendoakan," katanya.
Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengatakan kematian Eril merupakan kehilangan yang sangat dahsyat. Kematian yang memang tidak bisa diprediksi kapan dia datang. Namun di lain sisi, Emil merasa bersyukur atas banyaknya doa yang mengalir dari berbagai kalangan untuk Eril.
"Akhirnya kami menerimanya dengan hati yang lapang sebab kami bisa menemukan banyak sekali petunjuk yang terang dalam rentang 14 Hari Yang Sejujurnya sangat melelahkan," ucap Emil.
Kepulangan Eril Disambut Baik Langit dan Bumi
Ridwan Kamil dalam prosesi pemakaman anak sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril, pada Senin (13/6/2022) mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang senantiasa mendoakan Eril.
"Luncuran doa yang dipanjatkan dari berbagai penjuru negeri adalah limpahan pertanda yang lebih dari cukup bagi kami untuk yakin, barangkali Allah memang yang menghendaki agar kepulangannya disambut baik oleh langit dan bumi," ucap Ridwan Kamil dalam sambutannya sembari berdiri di dekat liang lahat Eril, sebelum anak tercintanya itu dikebumikan.
Eril dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Islamic Center Baitul Ridwan di Cimaung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Prosesi pemakamannya ini dihadiri oleh pihak keluarga dan warga sekitar yang berbondong-bondong datang untuk ikut mendoakan Eril.
"Bagaimana mungkin kami tidak merasa dilimpahi oleh rahmat dan kurnia, saat jenazah yang terbaring ini berhari-hari masih utuh lagi sempurna," lanjutnya diiringi isak tangis dari orang-orang yang hadir saat itu.
Eril Masih Mendatangkan Cinta
Ridwan Kamil melepas jenazah anak sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz dengan pesan yang mengharukan.
Jenazah Eril, telah dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Islamic Center Baitul Ridwan, Desa Cimaung, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6).
Setelah jenazah Eril dimakamkan, Ridwan Kamil mengungkap kesannya terhadap sang anak yang wafat di usia 23 tahun.
"Kami pun mendapatkan banyak pelajaran tentang hidup Eril yang secara kasat mata rasanya terlalu singkat. Tapi setelah dicermati, ternyata kehidupannya sangat padat penuh manfaat. 23 tahun mungkin belum cukup untuk menghasilkan karya-karya yang besar, namun terbukti ternyata memadai untuk menjadi manusia yang dicintai dengan Akbar," ujar Ridwan Kamil saat pemakaman Eril, Senin (13/6).
Kepergian Eril, telah dikhlaskan oleh Ridwan Kamil dan keluarga. Ia bersyukur karena banyak doa yang diberikan terhadap putra sulungnya itu.
"Kami akhirnya menyadari bahwa Allah telah mencukupkan seluruh amal-amalnya untuk menutupi kemungkinan bertambah khilafnya. Mungkin akan berat, tapi kami sebenarnya sudah menyiapkan hati kalau kami tidak akan pernah lagi melihat jasadnya," tuturnya.
Ridwan Kamil menyebut, kepergian Eril memberikan kehangatan bagi ia sekeluarga. Ia bersyukur memiliki anak seperti Eril.
"Kami sangat bersyukur dianugerahi seorang putra yang dalam hidupnya, bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada kami, orang tua," tutup Ridwan Kamil.
