Cerita Saksi saat 2 PRT Loncat dari Lantai 4 Kos di Benhil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampak bangunan indekos TKP dua PRT yang melompat dari lantai 4 di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tampak bangunan indekos TKP dua PRT yang melompat dari lantai 4 di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (30) dan D (18) dilaporkan melompat dari lantai 4 kamar kos milik majikannya di Jalan Bendungan Walahar Buntu, kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4) sekitar pukul 23.00 WIB.

Satu orang tewas sementara korban lainnya saat ini tengah menjalani perawatan akibat patah tulang.

Dua saksi mata di malam kejadian — yang namanya minta tak disebut — bercerita, saat itu mereka tengah duduk di teras rumah. Tiba-tiba salah satu warga mendengar suara sesuatu yang terjatuh sebanyak 5 kali. Awalnya mereka menduga suara itu datang dari seseorang yang sedang membuang sampah.

kumparan post embed

“Tiga kali gitu, terus temen saya satunya tuh kayak risihlah, jam segitu buang sampah tapi heboh banget. Lalu kami buka pintu pagar ini, lagi mau coba buka, jatuh lagi suara keempat, gedebuk, gitu. Pas udah buka gini, jatuh ada lagi suara orang jatuh lagi, kayak bukan orang jatuh sih, kayak buang sampah gitu jatuh, gedebuk gitu, suara kelima kalinya,” ujar seorang saksi saat ditemui kumparan, Jumat (24/4).

Titik jatuh dua PRT yang melompat dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ketika mereka mengecek sumber suara menggunakan senter ponsel, alangkah terkejutnya mereka melihat kedua korban sudah terkapar.

“Yang satu (titik satu) di sini telungkup, yang satu (titik dua) dia agak miring gitu,” ungkapnya menunjukkan lokasi ditemukannya kedua korban.

Setelah itu, ia pun segera memanggil penjaga kos tersebut dan warga sekitar, termasuk Ketua RW. Saat itu ia melihat kedua PRT tersebut masih hidup, tapi hanya salah satunya saja yang merintih kesakitan.

“Yang satu ya merintih. Satunya diam aja gitu,” sebutnya.

Warga lain mengungkapkan, ada tas tergeletak di sekitar kedua PRT tersebut. Di dalamnya terdapat sejumlah pakaian, tapi tidak ditemukan ponsel maupun kartu identitas mereka.

“Bawa tas, pakaian, sepatu. Gak bawa sepatu. Gak tau dia gak pake sepatu atau apa, tapi sepatu di dalam tas,” ujar warga tersebut.

Titik jatuh dua PRT yang melompat dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ia mengungkapkan, salah satu korban terdengar merintih kesakitan dan meminta pertolongan.

“Dia bilang sakit, sakit, gitu aja, buru-buru pengin diangkat gitu. Dia minta ditungguin aja dulu katanya temenin, ya saya ajak ngobrol-ngobrol nggak bisa karena dia bilangnya ‘Sakit Bu, sakit,’ gitu,” ujarnya.

“Habis itu ‘Kenapa Mbak lompat?, gitu. Dia enggak bisa cerita,” sambungnya.

Baru Seminggu Bekerja

R, korban yang masih bisa diajak berkomunikasi kemudian mengaku baru seminggu bekerja di kos tersebut. Sementara korban lainnya, D, sudah 3 bulan bekerja.

“Dia kurang lebih yang masih hidup (R) seminggulah kerja di sini. Kalau yang meninggal (D) udah tiga bulan,” katanya.

Tak lama ambulans datang ke lokasi, disusul oleh pihak kepolisian. Warga tersebut mengatakan sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (23/4) lokasi sudah mulai kosong.

Warga pun kemudian mengetahui bahwa PRT berinisial D yang berusia 18 tahun meninggal dunia di rumah sakit.

“(Pukul) 01.15 WIB meninggal,” sebutnya.

Tampak bangunan indekos TKP dua PRT yang melompat dari lantai 4 di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Diduga Tidak Betah

Polisi mengatakan, salah satu PRT kini sedang menjalani perawatan dan belum bisa dimintai keterangan. Dari informasi sementara, polisi menduga alasan kedua PRT jatuh karena melompat ingin kabur. Hal tersebut karena mereka merasa tidak betah.

“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, Kamis (23/4).

Berdasarkan keterangan awal, Roby mengatakan rasa tidak betah PRT tersebut karena tidak nyaman dengan perilaku sadis majikan. Namun polisi masih belum menemukan bukti ini dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Adapun rumah kos di Benhil tempat PRT itu memiliki empat lantai. PRT ditempatkan di lantai empa bersama majikan, sedang lantai bawahnya disewakan untuk kos-kosan.