kumparan
23 Des 2018 8:26 WIB

Cerita Saksi Saat Tsunami Datang di Tengah Konser Band Seventeen

Evakuasi korban tsunami di Tanjung Lesung dini hari tadi. (Foto: Dok. Surya Bagus)
Tsunami menerjang wilayah Pantai Anyer, Pandeglang, Banten, dan sekitarnya dini hari tadi. Salah satu wilayah terparah yang terdampak tsunami ini adalah Tanjung Lesung di kawasan Pandeglang.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua BEM KM Institut Pertanian Bogor Surya Bagus yang saat kejadian berada di Tanjung Lesung, korban meninggal kebanyakan adalah mereka yang sedang menonton konser band 'Seventeen'.
"Terparah di Tanjung Lesung. Di sini ada acara PLN, 'Seventeen' tampil. Menurut keterangan saksi korban selamat yang saya tanya, air datang dari belakang panggung," kata Surya saat dihubungi kumparan, Minggu (23/12).
"Tidak ada yang tahu-menahu kalau itu tsunami makanya banyak yang jadi korban," sambungnya.
Seventeen adalah grup musik pop rock asal Indonesia yang saat ini berdomisili di Jakarta. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1999 di Yogyakarta. Anggota band ini saat ini adalah Bani, Yudhi, Herman, Andi, dan Ifan. Diketahui beberapa personel Seventeen masih dicari karena diduga hilang.
Evakuasi korban tsunami di Tanjung Lesung dini hari tadi. (Foto: Dok. Surya Bagus)
Ia menambahkan, masih dari keterangan korban selamat, saat tsunami banyak yang terseret ke dalam laut. Dini hari tadi, kata dia, jenazah-jenazah korban masih ada di area konser.
ADVERTISEMENT
"Jumlah korban belum bisa kami pastikan. Yang jelas banyak. Saat itu banyak korban yang terseret masuk ke laut, masuk. Kemudian terseret lagi," ungkap dia.
"Banyak yang berteriak tapi tidak ada yang bisa menolong di sana. Sisanya banyak yang berlarian ke bukit," sambungnya.
Situasi evakuasi korban di Banten. (Foto: Dok. Mabes Polri)
Sebelumnya, Polri merilis jumlah korban akibat tsunami Selat Sunda mencapai 40 orang. BMKG menyebut tsunami ini disebabkan oleh aktivitas erupsi di Gunung Anak Krakatau.
Berikut keterangan BMKG terkait tsunami yang menerjang Pantai Anyer, Banten dan Lampung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan