Cerita Satgas Garuda Bhayangkara Kawal Pemilu di Afrika Tengah Saat Misi PBB

Satgas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 7 Polri mendapat tugas mengamankan pemilihan umum di Republik Afrika Tengah selama menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Misi Internasional (Karomisinter) Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Brigjen Pol Tommy Wibisono.
“Dan ada hal yang menarik, 1 tahun itu ada election, ada pemilihan umum di Afrika Tengah untuk memilih pemerintahan baru. Banyak kontingen dari beberapa negara yang ada di sana, tetapi luar biasanya kontingen Indonesia yang ditunjuk sebagai pengamanan daripada presiden dan wakil presiden para calon yang akan election,” kata Tommy di Jakarta, Senin (19/10).
Selain pengamanan pemilu, para personel menjalankan tugas pemeliharaan perdamaian melalui patroli dan pelayanan kemanusiaan. Polisi wanita (Polwan) yang tergabung dalam satgas juga terlibat dalam kegiatan sosial bersama perempuan dan anak-anak.
“Di sana sesuai dengan tugas pokoknya kita menjaga, memelihara perdamaian, kita melaksanakan patroli, melaksanakan pelayanan kemanusiaan,” ujarnya.
“Para Polwan kita jumlahnya juga ada satu peleton itu turun ke ibu-ibu, ke anak-anak. Jadi, ya kita melakukan misi-misi kemanusiaan,” lanjut Tommy.
Sementara itu, Kasatgas FPU 7 Kombes Pol Norhayat mengatakan, pengamanan pemilu dilakukan sesuai mandat perlindungan warga sipil atau protection of civilian. Personel dikerahkan untuk menjaga kegiatan masyarakat, termasuk mengawal distribusi surat suara.
“Pemilu sepertinya kalau pemilu tidak jauh berbeda dengan di kita juga ya, namanya pemilu pasti tensi politik meningkat, apalagi daerah konflik. Kita melaksanakan tugas sesuai dengan yang diamanatkan kepada kita saja, sesuai dengan mandat. Jadi kita gerakan seluruh personel untuk mengamankan kegiatan pemilu. Sama kita juga laksanakan kegiatan pengawalan surat suara dan lain sebagainya untuk pelaksanaan pemilu. Dan alhamdulillah pemilu juga berjalan dengan baik,” kata Norhayat.
Ia mengakui, kondisi keamanan di wilayah konflik menjadi salah satu tantangan selama bertugas. Selain itu, personel harus beradaptasi dengan cuaca ekstrem, termasuk hujan badai.
“Ya pastinya, ya. Karena kita berada di sana, tantangan terutama terkait dengan situasi keamanan, namanya juga daerah konflik, pasti kita tetap harus waspada. Kita harus siap untuk menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tapi alhamdulillah selama 1 tahun tidak ada insiden yang berarti, ya. Semua bisa kita lewati,” ujarnya.
Norhayat mengatakan, personel juga melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat melalui kegiatan sosial, termasuk mengunjungi gereja dan sekolah serta memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak.
“Tentunya responsnya positif, ya. Kita juga laksanakan kegiatan social outreach atau kita laksanakan bakti sosial di sana, kita datang ke gereja, ke sekolah-sekolah untuk bersosialisasi dengan warga di sana. Kemudian kita juga memberikan bantuan seperti tas, alat tulis kepada anak-anak. Mereka senang sekali, mereka senang sekali atas kehadiran kita di sana,” kata Norhayat.
Di sisi lain, Tommy menyebut Polri telah berkoordinasi dengan PBB untuk membuka peluang penugasan kontingen Indonesia di misi perdamaian wilayah lain.
“Ya, ini juga kita lagi meramu. Kita juga sudah berkoordinasi dengan United Nation bahwa kita berharap nanti ada misi baru, ada di wilayah baru, kontingen Indonesia bisa dilibatkan di misi-misi perdamaian dunia,” ucapnya.
Satgas FPU 7 telah menyelesaikan penugasan selama satu tahun dan kembali ke Indonesia. Personel menerima tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana yang disematkan Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dalam upacara purna tugas dan penganugerahan tanda jasa, Senin (19/10).
Tommy mengatakan, penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian personel dalam misi internasional.
“Pasti ya. Tadi kawan-kawan dengar tanda kebesaran dibuka, itu tandanya adalah penghargaan dari Bapak Presiden, yang diwakilkan tadi oleh Bapak Wakapolri yang disematkan di dada para veteran kita,” kata Tommy.
“Jadi, pasti namanya Bapak Presiden sangat atensi memberikan penghargaan untuk kita, tentunya kita akan memberikan pelayanan yang terbaik,” lanjutnya.
