Cerita Siswa Berprestasi Internasional, tapi Tak Tembus PPDB Prestasi

Mulai hari ini, Senin (17/6), SMP dan SMA se-DKI Jakarta mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi. Proses ini dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (19/6).
kumparan menyambangi salah satu SMAN yang tengah menjalankan penerimaan jalur prestasi, yaitu SMAN 28 di Jalan Raya Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dari pantauan di lapangan, suasana pendaftaran terbilang kondusif dan tak terlalu ramai. Hal ini karena memang tidak banyak anak yang bisa masuk melalui jalur prestasi.
Salah seorang wali murid yang sempat ditanyai, mengaku gagal memasukkan anaknya lewat jalur prestasi. Ia kecewa karena anaknya sendiri memiliki riwayat prestasi tingkat internasional.
“Anak saya prestasinya internasional, bidang inovasi. Tapi enggak keterima karena prestasi itu harus berjenjang, mulai dari bawah, misal kabupaten, nasional lalu internasional. Tak boleh ujug-ujug internasional. Anak saya tidak ada jenjang begitu,” ungkap Erna (45) di SMAN 28, Senin (17/6).
Sebab itu, Erna mau tidak mau melepaskan peluang di jalur prestasi bagi anaknya. Ia akan mendaftar lagi melalui jalur zonasi yang akan dibuka Senin (24/6) mendatang.
Ketua Panitia PPDB SMAN 28, Maryono, mengatakan penerimaan untuk jalur prestasi tidak dalam jumlah besar, hanya 5 persen dari total kuota siswa baru yang tersedia.
“Untuk jalur prestasi, itu sebanyak 5 persen. Kalau diangkakan, itu 13 murid. Kuota kita seluruhnya 252,” ungkap Maryono di SMAN 28, Senin (17/6).
Terkait keluhan Erna sebelumnya, Maryono mengatakan peraturan memang menuntut adanya prestasi anak secara berjenjang. Jika ujug-ujug, katanya, sulit untuk mengukur sejauh mana prestasi tersebut benar-benar mengakar.
“Itu memang peraturannya begitu, harus ada berjenjang. Tidak bisa ujug-ujung internasional kan. Ada riwayat proses,” katanya.
PPDB untuk jalur prestasi berlangsung hingga 19 Juni, dibuka pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
Jalur Zonasi
Maryono mengatakan, setelah proses jalur prestasi, jalur zonasi akan dibuka pada 24-26 Juni 2019.
Sesuai peraturan Kemendikbud, jalur zonasi adalah jalur dengan kuota penerimaan terbesar di antara jalur lainnya. Penerimaan jalur ini mencapai 60 persen dari total kuota. 40 persen lainnya dibagi untuk jalur afirmasi, prestasi, dan non zonasi.
Sebagai informasi, penerimaan siswa baru atau pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SD, SMP, SMA, dan SMK Negeri di DKI Jakarta sudah dimulai sejak 12 Juni lalu dimulai dengan penerimaan jalur afirmasi.
Jalur afirmasi adalah jalur yang menampung siswa/i kategori anak berkebutuhan khusus/rombongan belajar (rombel), anak panti asuhan, siswa/i anak dari pemegang Kartu Pekerja serta anak dari pengemudi Jaklingko.
Jalur prestasi adalah jalur yang menampung siswa/i dengan riwayat prestasi di berbagai bidang.
Jalur zonasi, penerimaan melalui pertimbangan zona tempat tinggal. Jalur ini terbagi ke dalam zonasi umum dan zonasi afirmasi.
Jalur non zonasi, adalah jalur yang menerima siswa/i tidak berdasarkan zona. Artinya, siswa/i di daerah provinsi tertentu bisa mendaftar ke sekolah di provinsi lain. Jalur ini dibuka terakhir, setelah semua jalur selesai.
PPDB DKI Jakarta tahun 2019 dilangsungkan dari 12 Juni sampai 12 Juli. Selama satu bulan inilah masing-masing jalur penerimaan akan diaktifkan secara bergantian.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah merilis informasi lengkap seputar tata cara, persyaratan serta jadwal pembukaan masing-masing jalur penerimaan tersebut. Maka itu, peserta didik atau wali murid bisa mencermati informasi itu, di laman ppdb.jakarta.go.id agar tidak salah-salah memahami prosedur pendaftaran.
