Cerita Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat: Mual-Tangan Kram Tak Bisa Bergerak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi GOR Cipongkor, tempat perawatan siswa keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/9/2025).  Foto: Linda Lestari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi GOR Cipongkor, tempat perawatan siswa keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Salah satu siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat hari ini mengalami kram tangan hingga tidak bisa bergerak usai menyantap hidangan MBG. Peristiwa ini dialami Ikhsan (17), siswa SMK Karya Perjuangan.

Ikhsan mengatakan, sekitar 15 menit usai menyantap MBG, dia merasakan tubuh lemas, mual, pusing, hingga kram tangan dan tidak bisa digerakkan.

Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025). Foto: kumparan

"Tadi yang pertama tuh, badan lemas, terus banyak keringat dingin yang keluar, sama mual, pusing nggak jelas. Pas lama-kelamaan, udah kayak tangan tuh udah mau kram. Pas baru datang ke sini langsung kayak nggak bisa digerakin tangan tuh," ucap Ikhsan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Rabu (24/9).

Kasus keracunan di Cipongkor hari ini merupakan keracunan jilid 2. Jilid 1 terjadi pada Senin (22/9) bahkan dinyatakan sebagai KLB oleh Bupati Jeje Govinda.

Bupati Bandung Barat Jeje Govinda menjenguk siswa korban keracunan MBG jilid 1, Selasa (23/9/2025). Foto: Instagram/@ritchieismail

Ikhsan menjelaskan, menu MBG yang dikonsumsinya berisi ayam tepung, tahu, sambal, stroberi, dan sayuran. Ia menyebut tidak ada yang aneh dari lauk yang dihidangkan, namun ia menemukan belatung pada stroberinya.

"Kalau dari ayam aman, soalnya saya perhatiin mulu kalau mau dimakan, dilihat-lihat dulu. Cuma stroberinya aja yang kayaknya ada belatungnya," kata Ikhsan.

Keracunan Jilid 1

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meninjau perawatan medis korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Keracunan jilid 1. Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Keracunan massal MBG di KBB jilid 1 terjadi pada Senin (22/9) yang menyebabkan 411 siswa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Status KLB ditetapkan.

Kasus keracunan jilid 2 hari ini berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) โ€” dapur penyedia MBG โ€” berbeda dari yang pertama.

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengatakan kasus keracunan pertama berasal paket makanan produksi SPPG Yayasan Rajib Putra Barokah dengan nama Dapur Makmur Jaya di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Cipongkor.

Sedang keracunan jilid 2 makanan disuplai dari dapur MBG di Kampung Pasirsaji, Desa Sarinagen, Cipongkor.

"Untuk kasus baru ini berasal dari dapur berbeda. Karena dapur MBG ini (kasus hari ini) masih beroperasi," kata Yuyun, Rabu (24/9).