Cerita Siwi Widi Terima Rp 647 Juta dari Anak Eks Pejabat Ditjen Pajak
ยทwaktu baca 4 menit

Mantan pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti, mengaku pernah menerima uang sebesar Rp 647 juta. Uang diterimanya dari Muhammad Farsha Kautsar yang merupakan anak mantan pejabat Ditjen Pajak, Wawan Ridwan.
Uang itu kemudian menjadi persoalan karena diduga menjadi bagian dari pencucian uang Wawan Ridwan yang merupakan mantan supervisor tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) itu. Nama Siwi Widi kemudian masuk dalam dakwaan Wawan Ridwan hingga menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Dalam keterangannya, Siwi mengaku tak mengenal sosok Wawan. Ia menyebut namanya ikut terseret dalam perkara Wawan justru bermula dari perkenalannya dengan sosok Muhammad Farsha Kautsar yang tak lain putra dari Wawan.
Menurut Siwi, Farsha mencoba mendekatinya sebagai teman pria. Salah satunya dengan membiayai sejumlah kebutuhan hidupnya, termasuk mengirimkan uang.
"Waktu itu saya jadi teman dekatnya Farsha, dia mengaku sebagai pengusaha berusia 28 tahun, dia berusaha mendekati saya, dia berusaha mencari perhatian dengan membayar kebutuhan saya," ujar Siwi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (10/5).
Menurut Siwi, perkenalan pertama keduanya bermula ketika Farsha mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp pada April 2019. Hanya saja, selama 4 bulan sejak perkenalan, Siwi mengaku tidak mengetahui orang tua dari Farsha.
"Dia mencoba WhatsApp saya, dia bilang dari temannya tahu kontak saya lalu berlanjut ke Instagram di mana saat itu saya masih dinas jadi pramugari dinas di Yogyakarta. Di Yogya bertemu pertama kali dengan Farsha," ucap Siwi.
"Dia tidak pernah bercerita lebih lanjut katanya ada masalah dengan orang tuanya," sambungnya.
Singkat cerita, hubungan keduanya pun semakin dekat. Hingga pada akhirnya Farsha beberapa kali mengirim sejumlah uang yang bila ditotalkan mencapai angka Rp 647 juta. Siwi mengaku uang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
"Rp 647 juta, Yang Mulia. Menurut penyidiknya 21 kali transfer. Kisarannya tidak menentu, ada yang nominalnya Rp 210 juta. Sesuai dengan percakapan Farsha yang dia mencoba untuk membayarkan sesuatu, untuk mencari perhatian," ungkap Siwi.
"Farsha selalu menanyakan kebutuhan saya, saya butuhnya apa, baru saat itu dia transfer. (Itu berlangsung) April 2019 sampai Juli 2019," lanjut dia.
Menurut Siwi, uang tersebut sudah dikembalikan kepada KPK pada sekitar November-Desember 2021.
"Menurut saya itu bukan uang Farsha jadi tanpa panjang pikir saya kembalikan. Jadi sebelum ada pemberitaan saya sudah kembalikan. Jadi pemanggilan di November 2021, lalu saya kembalikan di akhir November atau awal Desember," kata Siwi.
Dalam dakwaan KPK, Siwi Widi diduga mendapatkan aliran pencucian uang diduga hasil korupsi Wawan melalui anaknya, M. Farsha Kautsar. Dia diduga menerima aliran uang sebanyak 21 kali pada tanggal 8 April 2019 sampai 23 Juli 2019 senilai Rp 647.850.000.
Selain kepada Siwi Widi, diduga uang hasil korupsi Wawan juga disamarkan menjadi sejumlah aset, mulai dari mobil hingga tanah.
Tak hanya itu, Farsha juga mentransfer sejumlah uang kepada kedua temannya yaitu, Adinda Rana Fauziah senilai Rp 39.186.927 dan kepada Bimo Edwinanto sejumlah Rp 296 juta.
Berikutnya, ada juga transfer yang dilakukan terhadap Dian Nurcahyo Dwi Purnomo dan keluarganya sebesar Rp 509.180.000. Uang tersebut akan digunakan untuk usaha.
Belakangan, Siwi Widi telah mengembalikan uang Rp 647 juta tersebut ke KPK.
Selain kepada Siwi Widi, diduga uang hasil korupsi Wawan juga disamarkan menjadi sejumlah aset, mulai dari mobil hingga tanah.
Dalam perkaranya, Wawan didakwa menerima suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Suap dan gratifikasi diduga terkait dugaan manipulasi dan pengurusan nilai wajib pajak dari sejumlah perusahaan.
Terkait pencucian uang ini, dia didakwa dengan pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
Nama Siwi Widi Purwanti sempat viral pada 2020 lalu karena disebut-sebut punya relasi dengan salah satu petinggi Garuda Indonesia oleh akun @digeeembok. Namun Siwi sudah membantah tudingan tersebut.
***
Ikuti program Master Class, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar Sekarang DI LINK INI.
