Cerita soal Baju Adat Perang dari Nias yang Dipakai Yasonna di HUT RI

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yasonna Laoly di Nias Selatan (Foto: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Yasonna Laoly di Nias Selatan (Foto: Dok. Pribadi)

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meraih juara pertama kostum adat terbaik dalam upacara peringatan HUT ke-72 RI di Istana Merdeka, Kamis (17/8). Yasonna yang mendapat hadiah dari Presiden mengenakan baju adat Nias, Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Lalu, dari mana Yasonna mendapatkan kostum itu?

Kepada kumparan (kumparan.com), Yasonna menceritakan bagaimana ia mendapatkan kostum itu. Kostum ternyata sudah lama dimiliki Yasonna.

"Sebenarnya baju itu sudah saya pakai saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu. Saya terima waktu saya berkunjung ke Nias Selatan," ujarnya ketika dihubungi, Jumat (18/8).

Yasonna Laoly di Nias Selatan (Foto: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Yasonna Laoly di Nias Selatan (Foto: Dok. Pribadi)

Saat itu pada 17 September 2016, Yasonna sedang melakukan kunjungan kerja ke Desa Bawomataluo, Nias Selatana, Sumut. Desa ini merupakan desa yang cukup populer di Nias. Desa ini terkenal karena tradisi lompat batu dan banyaknya rumah-rumah kuno Nias yang masih asli dan berukuran sangat besar.

Desa ini juga menjadi objek pariwisata unggulan di Nias. Saat itulah, Yasonna mendapat seperangkat baju adat Nias yang dipakai saat upacara Kemerdekaan RI. Baju adat Nias itu diberikan dalam sebuah pesta adat setempat bernama Pesta Ya'ahowu. Pesta ini digelar untuk membangkitkan pariwisata lokal.

"Kepala desa dan tokoh adat memberikan perangkat itu, saya juga ikut menari dalam pesta itu," ujar politikus PDIP itu.

Baju adat diberikan sebagai bentuk penghormatan bagi Yasonna. Yasonna bercerita baju yang berwarna merah menyala itu merupakan pakaian dulunya dipakai oleh ksatria Nias.

Yasonna Laoly di Nias Selatan (Foto: Yasonna Laoly/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Yasonna Laoly di Nias Selatan (Foto: Yasonna Laoly/kumparan)

"Jadi itu memang pakaian yang digunakan untuk tarian perang, pakaian untuk ksatria. Ksatria Nias," imbuhnya.

"Itu sebuah bentuk penghormatan dan saya saat itu ikut menarikan tarian perang juga. Baju yang saya gunakan itu persembahan adat betul-betul," tuturnya.

Mengenai makna kostum itu, menurut Yasonna, baju itu biasa digunakan oleh para ksatria Nias kuno. Diharapkan baju ini dapat mengingatkan nilai-nilai perjuangan dan keberanian yang dimiliki oleh para ksatria Nias kuno.

Dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan kemarin, Presiden Joko Widodo memang mewajibkan seluruh tamu dan undangan untuk mengenakan baju adat. Presiden sendiri mengenakan baju adat Kalimatan Selatan sementara Iriana menggunakan baju adat Minang.

Yasonna naik sepeda dan istri Mahyudin (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
zoom-in-whitePerbesar
Yasonna naik sepeda dan istri Mahyudin (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Lima orang meraih predikat sebagai pemenang kostum terbaik. Juara pertama diraih Yasonna Laoly, pemenang lain yaitu Ketua DPD Oesman Sapta Odang, istri Kapolri Tri Suswati, Asisten Ajudan Presiden, Muhammad Syarif (Dayak), dan Istri Wakil Ketua MPR Mahyudin, Agati Sulie Mahyudin (Dayak).

Para pemenang mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden. Yasonna yang meraih juara pertama langsung menerima sepeda dari Presiden dan menjajal sepedanya itu di halaman Istana Merdeka.