News
·
18 September 2020 16:12

Cerita Syekh Ali Jaber Dapat Doa dari Pendeta: Kekuatan Kita Persatuan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cerita Syekh Ali Jaber Dapat Doa dari Pendeta: Kekuatan Kita Persatuan (31514)
Kepala Staf Presiden Moeldoko menjenguk Syekh Ali Jaber di kediamannya. Foto: KSP
Syekh Ali Jaber berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberi perhatian dan mendoakan dirinya agar cepat pulih usai insiden penusukan di Lampung. Ia meminta semua pihak, termasuk umat dan masyarakat Indonesia agar tak terprovokasi dan tetap menjaga semangat persatuan.
ADVERTISEMENT
"Umat tetap tenang, jangan terpancing, jangan emosi, jangan terdorong untuk memanfaatkan kita diadu domba. Kekuatan kita adalah persatuan," terang ulama berusia 44 tahun itu saat konferensi pers secara virtual, Jumat (18/9).
Ia lantas membuktikan semangat persatuan masyarakat Indonesia dengan perhatian dan doa yang didapatkannya dari para pendeta dan masyarakat non-Islam.
"Bahkan, saya hampir kaget kemarin, karena kejadian ini saya malah justru mendapatkan perhatian, doa dari pendeta-pendeta, berbagai macam lapisan masyarakat yang Muslim maupun non-Muslim," ujar Syekh Ali Jaber.
Cerita Syekh Ali Jaber Dapat Doa dari Pendeta: Kekuatan Kita Persatuan (31515)
Syekh Ali Jaber Foto: Instagram/@syekh.alijaber
Syekh Ali Jaber menegaskan selama berdakwah, tak pernah berniat mencari musuh. Meski yakin dakwahnya tak sempurna, namun ia meminta agar insiden ini tak dikaitkan dengan isu-isu liar, termasuk politik.
"Saya yakin dalam berdakwah mungkin ada salah, bukan berarti kita sempurna, tapi kami selalu memberi yang terbaik. Dengan kejadian ini jangan dikaitkan dengan isu mana pun, politik, lembaga apa pun, isu apa pun. Saya tidak punya musuh. Ini takdir allah dan saya tidak menyalahkan," kata pria kelahiran Madinah, Arab Saudi itu.
ADVERTISEMENT
Ia pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia apabila memiliki kesalahan dalam berdakwah. Syekh Ali Jaber menegaskan tetap bangga bisa berdakwah dan menebar kebaikan di Indonesia. Bahkan, siap mati di Indonesia.
"Saya siap mati di Indonesia, dimakamkan di Indonesia, sya tak takut mati, saya cinta Indonesia. Ini anugerah dari Allah. Saya berusaha menjadi orang baik untuk masyarakat dan negara, setelah menjadi WNI, menjaga amanah itu, menjaga nama baik Indonesia, memberi manfaat yang berkesan, menjadi orang yang mulia akhlaknya," pungkasnya.
Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria bernama Alpin Andrian saat mengisi tausiah di Bandar Lampung pada 13 September lalu. Akibat insiden ini, Ali mengalami luka tusuk di lengan atasnya. Saat ini, kondisinya mulai membaik dan tetap menjalankan dakwah.
ADVERTISEMENT
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona