Cerita Terakhir Anthonius Gunawan, Kru AirNav Korban Gempa di Palu

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas ATC Bandara Palu meninggal saat gempa. (Foto: Dok. Airnav)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas ATC Bandara Palu meninggal saat gempa. (Foto: Dok. Airnav)

'Batik 6231 runway 33 clear for take off' menjadi arahan terakhir yang diberikan oleh petugas layanan navigasi penerbangan AirNav Indonesia, Anthonius Gunawan Agung. Kalimat tersebut dikenang oleh pilot Batik Air bernama Captain Mafella yang menerima arahan itu.

"Ini adalah percakapan terakhirnya kepada saya, lalu saya membalas. Terima kasih telah menyelamatkan dan menjaga saya sampai selamat sampai di udara," tulis Captain Mafella seperti dikutip kumparan dari akun istagram-nya @icoze_ricochet, Minggu (30/9).

Anthonius Gunawan Agung meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Jumat (28/9). Anthonius meninggal akibat gempa 7,4 Magnitudo yang merobohkan lantai empat tower ATC (Air Traffic Control) Bandara Palu.

Sebelum gempa terjadi, Anthonius tengah memberikan arahan kepada penerbangan Batik Air dari dalam tower ATC. Setelah memastikan pesawat tersebut telah lepas landas dengan aman, Anthonius melompat keluar dari lantai 4 cabin tower. Akibatnya, ia mengalami patah kaki. Nahas, nyawanya tidak tertolong sesaat sebelum diterbangkan ke rumah sakit yang lebih lengkap di Balikpapan.

Kondisi Bandara Mutiara Sis Al Jufri yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). (Foto: ANTARA FOTO/Rolex Malaha)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Bandara Mutiara Sis Al Jufri yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). (Foto: ANTARA FOTO/Rolex Malaha)

Selain Captain Mafella, ungkapan belasungkawa juga disampaikan oleh manajemen Batik Air. CEO Batik Air Capt Achmad Luthfie mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas tanggung jawab yang dilakukan oleh Anthonius sehingga pesawat miliknya bisa terbang sesuai prosedur.

"Batik Air juga sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas tanggungjawab, dedikasinya bahwa saat gempa terjadi, Anthonius Gunawan Agung telah memberikan komando berupa perizinan untuk terbang (clearance) kepada penerbang atau pilot Batik Air bernomor ID-6231 untuk lepas landas hingga menunggu pesawat Airbus A320-200 mengudara tetap sesuai standar operasi prosedur," kata Luthfie.

Ia menjelaskan pesawat tersebut berangkat dari Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu (PLW) pukul 17.55 WITA sesuai jadwal. Pesawat lalu mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) pukul 19.00 WITA.

"Dalam penerbangan ID-6231, Batik Air menerbangkan tujuh kru pesawat dan 148 penumpang," jelasnya

Sementara itu, AirNav Indonesia, tempat Anthonius bekerja, memberikan kenaikan pangkat dua tingkat. Hal itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang dilakukan Anthonius untuk keselamatan penerbangan.

“Keluarga besar AirNav berduka atas berpulangnya Almarhum. Almarhum Agung telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan untuk mewujudkan keselamatan penerbangan. Karena itu, kami akan memberikan penghargaan kepada almarhum dengan menaikkan pangkatnya sebanyak dua tingkat serta bentuk apresiasi lainnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Direktur AirNav Indonesia, Novie Riyanto.

Menurut rencana, jenazah Anthonius dimakamkan di Makassar. AirNav Indonesia akan mengadakan upacara penyerahan jenazah kepada keluarga almarhum di Makassar.

embed from external kumparan