Cerita Tetangga Guru Ngaji Bomber Medan: Pengajian Sampai Pagi

Tim Densus 88 Polri menggeledah dua rumah di Jalan Serdanng, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Dua rumah yang digeledah adalah kediaman Salman Al Farizi (40) dan Fahmi Junaidi (41). Rumah keduanya saling berdempetan.
Polisi meyakini keduanya merupakan guru ngaji Rabbial Muslim Nasution (RMN), bomber Polrestabes Medan. Penggeledahan dilakukan sejak Rabu (13/11) hingga Kamis (14/11).
Dalam penggeledahan itu, polisi mengamankan 9 bom pipa yang masih aktif. Beruntung bom pipa itu saat diamankan keburu dijinakkan oleh Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).
Seorang warga yang juga tetangga Salman dan Fahmi, Daniel (47), mengatakan Fahmi sudah lima tahun tinggal di sana. Fahmi, kata Daniel, memiliki istri dan tiga orang anak.
Daniel merasa Fahmi mengeksklusifkan dirinya. Musababnya, selama lima tahun itu, Fahmi, istri dan anaknya tidak pernah bergaul dengan warga sekitar.
Begitu juga dengan Salman. Menurut Daniel, Salman baru tinggal di daerahnya itu sekitar tiga tahun. Di sana, Salman menempati rumah sendiri bersama istri dan dua anaknya.
"Seperti biasa, kalau bertemu sering tegur sapa. Cuma mereka agak tertutup dengan warga," ujar Daniel, Kamis (14/11).
Daniel mengatakan setiap dua pekan sekali, Fahmi dan Salman menggelar pengajian. Pengajian itu tapi tidak melibatkan warga sekitar.
"Yang pasti bukan orang sini, orang luar (lingkungan), peserta (pengajiannya) nya 5-8 orang," ujar Daniel. Menurut Daniel, pengajian yang digelar Fahmi dan Salman itu hingga dini hari. Pengajian yang mereka gelar konsepnya hanya melantunkan ayat suci Al Quran.
Daniel mengatakan dalam pengajian itu, pemimpinnya adalah Fahmi. Menurut sependengaran dia, Fahmi adalah figur yang dituakan di antara peserta pengajian lainnya.
"Biasa yang lebih diseniorkan Fahmi, dia sepertinya yang memimpin pengajian. Kegiatan pengajian banyak terdengar di rumah Fahmi," ujar Daniel.
Selain Daniel, warga lainnya Umi (62) juga mengatakan pengajian yang digelar Fahmi dan Salman bahkan pernah ditegur salah satu warga.
"Saat mereka buat pengajian, tetangga (lainnya) yang tinggal di sebelah rumahnya dan berprofesi sebagai tukang jahit sampai marah. Karena mereka mengaji sampai pagi," ujar Umi.

