Cerita Tetangga soal Awal Mula Pembunuhan Pedagang Perabot Terungkap
ยทwaktu baca 2 menit

Pedagang perabot di Pasar Banjir Kanal Timur (BKT), Jalan Masjid Baitul Latif, Duren Sawit, Jakarta Timur, berinisial S ditemukan tewas dengan beberapa luka tusuk di tubuhnya pada Sabtu (22/6). Rupanya, S dibunuh oleh dua anak perempuannya yang masih remaja, K (17) dan P (16).
Salah satu pedagang kelontong yang tokonya tak jauh dari TKP, Kia (19), menyebut awalnya korban memiliki dua orang karyawan laki-laki dan perempuan berusia sekitar 20-an tahun.
Tiga hari lalu, K mengirimkan pesan kepada karyawan perempuan jika dia dan adiknya, P, ingin pergi ke luar. K tidak merinci ke mana mereka akan pergi. Toko itu pun ditutup.
"Dia bilang ngechat ke karyawan ceweknya, 'Gue mau keluar ya sama si ini (adiknya), Bapak gue tinggal di dalam, gue kunci dari luar,' katanya gitu," tutur Kia saat ditemui kumparan di sekitar lokasi, Minggu (23/6).
Setelah tiga hari tutup, pada Sabtu (22/6), karyawan laki-laki mereka berniat mengambil tisu untuk berjualan. Karyawan tersebut juga punya usaha sampingan berjualan tisu di pasar yang sama.
Saat sampai di toko, dia bingung karena toko masih dikunci dan dua anak korban tak kunjung datang memberikan kunci. Ia pun berinisiatif membuka paksa gembok dengan gerinda.
"Pas sudah terbuka, kok gelap, kan biasanya memang enggak pernah dimatiin lampunya. Pas dia ke dalam itu, kesandung kaki si bapaknya," tutur Kia.
Karyawan laki-laki itu pun kaget melihat korban terkapar di lantai dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Saat selimutnya dibuka, terlihat tubuh korban bersimbah darah.
Rupanya, korban dibunuh oleh kedua anaknya. Kedua remaja ini mengaku nekat menghabisi ayah mereka karena kesal dimarahi saat ketahuan mencuri uang.
"Mereka sakit hati karena dimarahi ayahnya karena mereka mencuri uang ayahnya," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, ketika dikonfirmasi pada Minggu (23/6).
Sehari-hari korban berjualan perabotan rumah tangga seperti sapu, keranjang, pisau, ember, gayung, dan lainnya. Ia baru dua bulan berjualan di Pasar BKT setelah sebelumnya berjualan di kawasan Duren Sawit.
