Cerita Warga Jakarta Kaget Terdaftar Dukung Dharma Pongrekun: Nama Saya Berubah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi KTP. Foto:  MadeSurya/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KTP. Foto: MadeSurya/Shutterstock.

Sejumlah warga Jakarta mengeluh usai nama mereka tiba-tiba tercatut mendukung calon independen Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Abyoto di Pilkada 2024. Salah satunya terjadi terhadap seorang perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Kepada kumparan, dia mengungkapkan rasa kagetnya usai mengecek NIK KTP miliknya, dengan nomor 31************** ternyata terdaftar mendukung Dharma-Kun. Padahal dia tidak tahu dan tidak kenal sama sekali siapa Dharma-Kun.

Bahkan lebih parahnya lagi, nama dengan NIK miliknya itu berubah menjadi nama orang lain, yakni: Melanti Raini. Padahal, bukan itu nama aslinya dan dia sama sekali tidak mendukung Dharma-Kun.

"Saya tidak pernah dengar nama Dharma-Kun sebelumnya sama sekali. Kaget hari ini baca berita, tahu-tahu katanya lolos jalur independen. Lalu saya lihat ada berita-berita kalau banyak yang KTP-nya dicatut untuk dukung paslon tersebut," kata dia, Jumat (16/8).

"Saya lihat link di kumparan, langsung saya coba cek di web. Saya kaget waktu lihat nama saya kenapa jadi Melanti Raini. Tapi nomor KTP dan data punya saya," sambungnya.

NIK warga Jakarta terdaftar atas nama lain yang mendukung Dharma-Kun di Pilkada Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

Dia merasa sangat dirugikan terkait pencatutan tersebut.

"Iya (dirugikan). Kalau seperti ini buat apa diadakan pemilu lagi. Buang-buang anggaran. Langsung pilih saja, nggak usah repot-repot isi kotak kosong sampe catut KTP orang-orang begitu. Terlalu kotor mainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Jakarta Divisi Teknis, Dody Wijaya, mengatakan pasangan Dharma-Kun lolos verifikasi setelah mendapat 677.468 dukungan.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari verifikasi tahap pertama dan kedua.

“Jika ditotal dengan data yang memenuhi syarat verifikasi faktual ke-1 sejumlah 183.001 data dukung, maka total bakal pasangan calon di hasil rekapitulasi akhir data yang memenuhi syarat 677.468 data,” kata dia.

Hingga berita ini dirilis, Dharma Pongrekun maupun KPU Jakarta belum merespons ketika dimintai penjelasan soal adanya dugaan pencatutan NIK tersebut.