Cerita Warga saat Bantu Lansia yang Dirampok Tetangga di Cakung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nenek Hartati (61) korban perampokan di rumahnya di Kampung Pisangan, Jalan Makmur, RT01/RW04, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Hartati (61) korban perampokan di rumahnya di Kampung Pisangan, Jalan Makmur, RT01/RW04, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Hartati (61), lansia korban perampokan di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, mendatangi Polsek Cakung dengan wajah yang masih terlilit lakban usai menjadi korban perampokan pada Minggu (2/8). Lakban itu sengaja tidak dilepas karena ingin dijadikan barang bukti.

Hartati mengatakan, setelah pelaku meninggalkan rumahnya, wajah dan kedua kakinya masih terlilit lakban. Ia kemudian berusaha membebaskan diri dengan meloncat menuju dapur untuk mengambil pisau.

“Namanya kaki dilakban, akhirnya saya loncat-loncat. Di dapur ada pisau, saya potong aja lakbannya, terus buru-buru keluar langsung ke Pak RT minta tolong,” ujar Hartati saat ditemui kumparan, Senin (3/8).

Saat itu, Hartati masih mengenakan mukena yang dipakainya ketika salat. Ia sengaja tidak melepas mukena maupun lakban yang masih menempel agar dapat dijadikan barang bukti.

“Masih keadaan pakai mukena. Saya gak lepas biar jadi barang bukti kalau saya memang habis dirampok,” ucap dia.

Nenek Hartati (61) korban perampokan di rumahnya di Kampung Pisangan, Jalan Makmur, RT01/RW04, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Setibanya di rumah Ketua RT 01/RW 04, Hartati langsung meminta pertolongan.

“Pak RT tolong pak, saya habis kerampokan. Saya dirampok,” kata Hartati menirukan ucapannya.

Menurut Hartati, Ketua RT kemudian menghubungi Polsek Cakung. Namun karena belum bisa mendampingi, ia akhirnya diantar tiga warga menuju kantor polisi.

“Saya diantar anak-anak remaja sini. Pak RT belum bisa, katanya sama anak-anak aja dulu,” tuturnya.

Warga juga menyarankan agar lakban yang masih menempel tidak dilepas hingga tiba di kantor polisi.

“Naik motor sampai ke kantor polisi pakai mukena, masih ada lilitan lakban. Memang itu faktanya,” terang dia.

Petugas gelar perkara terkait kasus lansia yang jadi korban rampok tetangganya sendiri di Cakung, Jaktim. Foto: Dok. Istimewa

Tiga Warga Mengantar Korban ke Polsek

Salah seorang warga yang mengantar Hartati, Alif (17), mengatakan dirinya bersama dua rekannya membawa korban ke Polsek Cakung setelah mendengar teriakan minta tolong di rumah Ketua RT.

Saat itu, Alif mengaku sedang berkumpul bersama teman-temannya. Ia melihat seorang perempuan berjalan tergesa-gesa, namun awalnya tidak menyadari bahwa perempuan tersebut adalah Hartati yang sehari-hari berjualan nasi uduk.

“Pertama saya lihat ibu-ibu jalan cepat, enggak nyadar kalau itu ibu-ibu nasi uduk,” tutur Alif.

Tak lama kemudian, Hartati masuk ke rumah Ketua RT. Karena penasaran, Alif menghampiri dan mendengar korban meminta pertolongan.

“Dia bilang, ‘Tolong, tolong, saya dirampok,’” ujar Alif.

Sebelum mengantar Hartati ke kantor polisi, Alif mengaku sempat mengecek kondisi rumah korban.

“Saya lihat dulu rumah korbannya, masih ada orang apa enggak, masih ada yang ketinggalan apa enggak. Habis itu langsung saya antar ke Polsek,” katanya.

Hartati kemudian diantar tiga warga menggunakan dua sepeda motor.

“Kita bertiga yang antar. Saya, Mas Imam sama Ava. Saya bonceng ibu, teman saya naik motor satu lagi,” terang Alif.

Setibanya di Polsek Cakung, Hartati langsung dimintai keterangan oleh penyidik, sementara Alif dan dua rekannya menunggu di luar ruang pemeriksaan.

“Saya anterin sampai masuk, ketemu polisinya, diinterogasi dulu. Habis itu saya tunggu di luar,” tuturnya.

Kesaksian Alif (17), warga yang antar Nenek Hartarti, korban perampokan, ke Polsek Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Polisi Tangkap Terduga Pelaku di Rumah

Usai laporan dibuat, tim buser Polsek Cakung bergerak menuju lokasi. Alif mengaku sempat diajak kembali ke tempat kejadian.

Saat berada di lokasi, seseorang memberi tahu polisi bahwa terduga pelaku berada di rumahnya.

“Ada yang nyeletuk, ‘Pak, pelakunya ada di rumah itu.’ Saya enggak tahu yang ngomong siapa. Habis itu pada ke rumah pelakunya. Benar, ada di rumah,” tutur Alif.

Hartati mengatakan polisi sebelumnya sempat menanyakan lokasi rumah terduga pelaku.

“Polisi tanya dari rumah ibu ke rumah pelaku jauh apa dekat. Saya bilang tetangga, paling sekitar 50 meter. Saya RT 1, dia RT 2,” katanya.

Petugas gelar perkara terkait kasus lansia yang jadi korban rampok tetangganya sendiri di Cakung, Jaktim. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Hartati, saat didatangi polisi, terduga pelaku sedang tertidur pulas di rumah bersama keluarganya.

“Pas didatangi ke sana dia lagi tidur, lagi tidur pulas, polisi datang tuh,” ujar Hartati.

“Ada keluarganya, ada anak istrinya, ada cucunya,” lanjutnya.

Setelah diamankan, Hartati kembali diminta datang ke Polsek Cakung dan sempat berhadapan langsung dengan terduga pelaku.

“Saya khilaf Pak, saya khilaf. Baru sekali ini saya khilaf,” kata Hartati menirukan ucapan terduga pelaku.