Cerita Warga Selamatkan Bocah dari Serangan Pitbull di Bandung: Lempar Tong-Kayu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilyas Pratama saat ditemui di lokasi. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilyas Pratama saat ditemui di lokasi. Foto: kumparan

Seorang warga, Ilyas Pratama (33), menceritakan detik-detik saat dirinya membantu menyelamatkan seorang anak perempuan yang diserang anjing jenis pitbull di Kompleks Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/8) sore. Saat kejadian, Ilyas baru tiba di rumah setelah beraktivitas bersama keluarga. Tak lama setelah memarkir mobil, dia mendengar suara keributan dan teriakan warga.

“Saya kira ada maling. Kemudian saya ikut keluar. Saya enggak nyangka ternyata pas lihat di posisi di situ, anak sudah tergeletak dan digigit oleh anjing pitbull,” kata Ilyas, Senin (24/8/2026).

instagram embed

Pitbull merupakan ras anjing berotot dengan dada bidang yang tegap dan gigitan yang kuat.

Ilyas mengaku sempat panik karena anaknya juga tengah bermain bersama korban saat kejadian. Dia khawatir anaknya menjadi korban serangan anjing tersebut.

“Saya juga sedang mencari dulu anak saya. Jangan-jangan yang jadi korban adalah anak saya. Saya memastikan dua kali bolak-balik, saya lihat baju dan sandalnya beda dengan yang digunakan anak saya,” ujarnya.

Setelah itu, Ilyas bersama warga lainnya berusaha mengusir anjing tersebut. Berbagai benda yang ada di sekitar lokasi dilemparkan ke arah anjing agar melepaskan gigitannya.

“Saya akhirnya mengambil tindakan, apa pun barang yang terlihat dilemparkan ke arah anjing supaya anjingnya langsung pergi dari si korban,” kata Ilyas.

Menurut Ilyas, warga menggunakan sejumlah benda untuk mengusir anjing, mulai dari tong sampah hingga kayu. Serangan tersebut berlangsung sekitar dua hingga tiga menit.

“Anjingnya sudah gigit terus, karena dilempar dia lepas, gigit lagi. Yang saya saksikan sekitar dua kali lepas gigitan,” ucapnya.

Setelah anjing tersebut akhirnya melepaskan korban, hewan itu berlari meninggalkan lokasi. Berdasarkan rekaman CCTV, pemilik anjing kemudian terlihat mengejar hewan peliharaannya dari luar kompleks.

Korban Luka Parah

Ilyas kemudian menghampiri korban. Dia melihat kondisi anak tersebut sudah berlumuran darah, terutama di bagian wajah dan kepala. Telinga korban juga terlihat mengalami luka robek.

“Yang terlihat sama saya pada saat diangkat, pertama wajahnya sudah tidak terlihat karena sudah berlumuran darah semua. Kemudian telinganya saya lihat sudah robek,” tuturnya.

Ilyas sempat menanyakan kepada warga sekitar mengenai identitas korban. Saat itu belum ada yang mengetahui orang tua korban karena ayah korban masih berada di dalam rumah.

“Saya tanya ke bapak-bapak sekitar sini, anak siapa ini? Tidak ada yang mengaku dan kebetulan ayah korbannya belum keluar dari rumah,” katanya.

Ilyas kemudian membawa korban ke teras sembari menyiapkan mobil untuk membawa korban ke rumah sakit.

Setelah ayah korban keluar, mereka bersama-sama membawa korban ke IGD Rumah Sakit Welas Asih untuk mendapatkan penanganan medis.

Soal Pemilik Pitbull

Ilyas mengatakan, keberadaan anjing pitbull tersebut sebenarnya sudah diketahui warga.

Menurutnya, pemilik anjing diketahui memelihara lebih dari satu anjing pitbull dan beberapa kali membawa anjing-anjing tersebut berjalan-jalan di sekitar lingkungan.

“Kalau untuk anjingnya sebenarnya kita sudah tahu bahwa pemiliknya memang punya anjing pitbull lebih dari satu. Cuma kalau untuk penyerangan ini baru lihat pertama,” ujarnya.

Dia menyebut anjing tersebut datang dari luar kompleks sebelum menyerang korban.

“Anjingnya keluar dari gerbang sana, yang kecil itu,” katanya sambil menunjuk lokasi.

Ilyas berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Dia meminta pemilik anjing, khususnya pitbull, lebih memperhatikan keamanan saat memelihara hewan tersebut.

“Saya harap tidak ada lagi kejadian serupa, terutama terkait anjing yang bisa melukai manusia, terutama anak-anak,” ucapnya.

Dia juga berharap para pemilik anjing memenuhi ketentuan maupun persyaratan yang berlaku terkait pemeliharaan hewan.

“Untuk seluruh pemilik anjing, terutama anjing pitbull, saya harapkan ada atensi lebih supaya lebih bisa menjaga lagi posisi peliharaannya,” katanya.

Anak Ilyas Trauma

Di sisi lain, kejadian tersebut membuat Ilyas sangat khawatir. Sebab, anaknya menyaksikan langsung temannya diserang hingga mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah.

“Saya sangat khawatir karena anak saya pada saat kejadian itu lagi main dan korban itu adalah anak-anak sebaya,” ujarnya.

Menurut Ilyas, anaknya kini mengalami trauma setelah melihat langsung kejadian tersebut. Bahkan, pada malam setelah kejadian, anaknya tak berani tidur sendirian dan beberapa kali terbangun.

“Sampai detik ini anak saya trauma. Dia melihat langsung posisi rekannya digigit oleh anjing tersebut,” kata Ilyas

“Semalam juga anak saya tidur dengan kedua orang tuanya [Ilyas dan istri] dan kadang terbangun, tidur lagi, terbangun lagi. Kalau sekarang lebih sering melamun karena melihat secara langsung rekannya digigit oleh anjing sampai berdarah banyak,” kata Ilyas.