Cerita Warga soal Armand yang Kata Polisi Paranormal, tapi Dianggap Ustaz

29 September 2021 18:54
·
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
 Ahmad Mangku, Ketua RW 05 di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kabupaten Tangerang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ahmad Mangku, Ketua RW 05 di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kabupaten Tangerang. Foto: Dok. Istimewa
Nama Armand (43), warga yang tinggal di Jalan Nean Saba, Kunciran, Tangerang, menjadi sorotan. Armand tewas ditembak di depan rumahnya di RW 05, Jalan Nean Saba, Kunciran, Kota Tangerang, pada Sabtu (18/9).
Warga menyebut Armand adalah seorang ustaz yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit dari ramuan herbal yang dibuatnya. Namun, keterangan warga itu berbeda dari pernyataan polisi. Polisi menyebut Armand adalah seorang paranormal pemasang susuk.
Ketua RW 05 Ahmad Mangku mengatakan warga di sekitar sama sekali tidak tahu bahwa Armand ini ternyata paranormal pemasang susuk.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) saat konferensi pers kasus pembunuhan Ustaz Armand di Tangerang, Selasa (28/9). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) saat konferensi pers kasus pembunuhan Ustaz Armand di Tangerang, Selasa (28/9). Foto: Dok. Istimewa
Yang dia tahu, Armand ini adalah seseorang yang bisa mengobati berbagai penyakit dengan ramuan herbal.
"Soal (susuk) saya tidak tahu, saya cuma tahu, dia (Armand) bisa obatin orang pakai yang herbal itu saja," ujar Ahmad Mangku, saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/9).
"Pas dengar keterangan polisi yang kemarin pun, sempat saya konfirmasi kegiatan (pasang susuk) itu ke keluarga melalui kakaknya, si Rusdi, tapi dia bilang enggak (pasang susuk). Ya saya nggak mau banyak tanya lagi," lanjut Ahmad Mangku.
Pasien Armand tidak ada dari warga sekitar. Kebanyakan dari luar daerah sekitar dan bermobil. Ahmad tidak mengetahui detail kapan saja para pasien datang ke rumah Armand untuk 'pengobatan'.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) saat konferensi pers kasus pembunuhan Ustaz Armand di Tangerang, Selasa (28/9). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) saat konferensi pers kasus pembunuhan Ustaz Armand di Tangerang, Selasa (28/9). Foto: Dok. Istimewa
Salah satu pasien yang dipasang susuk oleh Armand adalah istri M alias Mahtum. Istri Mahtum ini pasang susuk ke Armand pada tahun 2010.
Usai pasang susuk itu, ternyata diduga Armand membujuk rayu istri Mahtum hingga mereka bersetubuh. Perselingkuhan itu terjadi di rumah dan sebuah hotel di Tangerang.
Peristiwa itu diketahui Mahtum lewat pesan singkat yang bocor. Namun saat itu istri Mahtum masih mengelak. Hingga pada 2019 saat menjalankan ibadah haji, istri Mahtum mengakui perzinahan tersebut.
Dendam itu bukanlah pemicu utama dari pembunuhan tersebut. Sebab menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Mahtum sudah menenangkan diri dari peristiwa tersebut.
Mahtum baru kembali memiliki niat untuk membunuh setelah tahu salah satu keluarganya yang lain jadi korban kebejatan Armand.
Api cemburu yang sudah padam menyala lagi bahkan lebih besar. Mahtum gelap mata dengan meminta temannya yang bernama Yadi mencari pembunuh bayaran, ongkosnya Rp 60 juta.
Yadi mendapatkan K dan S sebagai eksekutor. Mereka berdua dibayar Rp 50 juta. Sisa uang dari Mahtum masuk kantong Yadi.