Cerita Warga soal Jalan Beda Tinggi di Penjaringan: Mangkrak dari 2014
ยทwaktu baca 2 menit

Jalan Inspeksi Kali Duri, Penjaringan, Jakarta Utara, memiliki perbedaan tinggi antara satu lajur dengan lajur lainnya. Kondisi itu membuat beberapa mobil terjeblos.
Warga setempat yang juga ketua RW, Eko Haryanto, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama.
"Dari 2014 tuh. Dari zamannya Gubernur Pak Basuki. Basuki Cahaya Purnama. Pak Ahok," ujar Ketua RW setempat, Eko Haryanto, saat ditemui, Minggu (26/10).
Eko menjelaskan, awalnya memang ada proyek peninggian jalan di sana. Proyek itu bersumber dari program corporate social responsibility (CSR) salah satu perusahaan swasta.
Dalam pengerjaannya, satu lajur ditinggikan lebih dulu. Sementara lajur lainnya belakangan. Namun, proyek itu tak kunjung selesai dan berakhir mangkrak.
"Awalnya sih sebenarnya mau ditinggiin seperti itu, 40 cm ya tingginya," ungkap Eko.
"Nah, begitu mau dikerjain yang ini (lajur lainnya) ya keburu Pak Ahok-nya bermasalah. Karena ini jalanan ini dibiayainya bilangnya sih sama dana CSR," lanjut dia.
Bikin Banyak Mobil Terperosok
Eko mengatakan, perbedaan ketinggian jalan mencapai 40 cm. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya mobil yang kurang hati-hati terperosok.
"Kemarin juga banyak kejadian-kejadian. Mobil jatuh," ucapnya.
Dia bercerita, mobil-mobil biasa terperosok di saat cuaca hujan. Jalan yang minim rambu dan marka jalan jadi salah satu penyebabnya.
Kadang kala, kelalaian pengemudi juga bisa membuat mobil terperosok.
"Ya, kadang-kadang juga mobilnya juga udah ketahuan jalannya kayak gini, masih jalannya tuh kenceng gitu," tutur Eko.
Eko mengatakan, permintaan perbaikan jalan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pemangku kepentingan. Namun, tak kunjung membuahkan hasil.
"Iya, ya setiap ada Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan, red.) ya kita ajuin. Warga juga maunya seperti itu. Jalanan ya harus disamain lagi lah. Biar nggak ada kecelakaan. Nggak ada kejadian yang seperti itu," kata Eko.
Kurangi Banjir Rob
Meski demikian, Eko mengungkapkan, ada hikmah yang bisa diambil dari mangkraknya proyek jalan.
Dia menuturkan, kawasan tersebut kerap dilanda banjir rob. Namun, dengan adanya jalan yang beda tinggi, banjir bisa diminimalisir.
"Memang ada hikmahnya juga jalanan diginiin. Jadi air robnya itu nggak terlalu besar ke mari. Coba kalau enggak, udah bisa nggak tahu dah banjirnya kayak apa," jelas Eko.
"Ya karena ada tahanan dari jalan ini yang tinggi 40 cm kayak tanggul juga. Ya makin lama kan jalanan kan makin turun air laut makin naik," sambung dia.
