Cerita Warga soal Sulitnya Cari Obat Influenza di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perempuan Flu. Foto: Pormezz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan Flu. Foto: Pormezz/Shutterstock

Seorang warga Jakarta Barat mengeluhkan kosongnya obat Influenza di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Ia mengaku sudah ke beberapa rumah sakit di kawasan Jakarta Utara hingga Jakarta Barat.

"Kata dokter emang di Indonesia lagi enggak ada stok," kata Monica saat dikonfirmasi, Senin (28/9).

Monica menjelaskan pencarian obat ini bermula saat anaknya menderita Influenza dan harus dilarikan ke IGD.

"Influenza di anak itu demam tinggi sampe 39-40 derajat udah di minumin Parasetamol, Ibuprofen juga tidak turun sama sekali suhunya, akhirnya saya ke IGD, di kasih Proris Supp yang masuk dari dubur, tetap tidak bisa turun, dan walaupun di rawat inap juga pada full kamar-kamar di RS, sampe di IGD aja kita antrean, saking banyak anak-anak yang sakit bersamaan," katanya.

Ia menjelaskan, karena tidak adanya obat Oseltamivir (obat mengobati dan mencegah infeksi virus influenza tipe A dan B), sang dokter merekomendasikan agar anaknya menjalani rawat jalan.

"Dengan tidak ada obat Oseltamivir ini, enggak gunanya kalau anak di ranap (rawat inap) kalau masih bisa makan minum, kecuali yang beneran parah. Jadi dokter bilang boleh rawat jalan aja, dan di resepkan untuk cari Oseltamivir di luar sendiri," ujarnya.

kumparan telah mengkonfirmasi soal ini ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun belum ada penjelasan detail terkait hal ini.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pihaknya akan segera menggelar jumpa pers Senin sore ini untuk menyampaikan hal tersebut.

"Nanti sore kami adakan presscon ya," kata Aji.