Cerita Warga Tangerang Soal Teror ‘Pocong’, Foto-Fotonya Tersebar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana wilayah Poris Jaya, Batuceper, Tangerang yang diduga terdapat teror 'pocong', Kamis (21/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana wilayah Poris Jaya, Batuceper, Tangerang yang diduga terdapat teror 'pocong', Kamis (21/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Kemunculan teror ‘pocong’ di sejumlah wilayah Tangerang membuat geger warga. Meski demikian, keberadaannya masih sulit dipastikan.

Isu ini berkembang juga di wilayah Pinang, Kabupaten Tangerang dan diakui oleh para warga. Namun banyak dari mereka tidak mengetahuinya secara langsung.

Berdasarkan penelusuran kumparan pada Kamis (21/5), sejumlah warga mengatakan bahwa mereka mendengar rumor tersebut. Namun lokasi yang disebutkan mereka berbeda-beda.

Terdapat warga yang menyebutkan teror ini berada di Jalan Haji Rimpang. Namun warga di sana tak mengetahuinya dan menyebutkan wilayah lain, salah satunya di Kompleks Griya Tirtayasa.

Salah satu warga kompleks tersebut, David (23) menyebutkan kalau teror tersebut terjadi wilayah temannya di Poris Jaya, Batuceper pada Selasa (19/5). Katanya, teror itu dilakukan berkelompok.

“Jadi satu orang jadi pocong, kelompoknya ini mencar, ngumpet. Waktu pocong ini ngetok-ngetok rumah warga, kalau warganya takut dan lari (ke luar rumah), temen-temennya ini merampok ke rumahnya,” ucap Fauzan.

Fauzan juga mendengar pocong tersebut menggunakan senjata api (senpi) dengan kaki tidak terikat. Ia pun menunjukkan foto pocong yang dimaksud.

Foto itu bukan murni milik temannya. Melain dari status WhatsApp teman lainnya. Foto tersebut dikatakan Fauzan berasal dari grup warga.

“Ini dari status temennya. Dia juga screenshot dari warga, terus diupdate lagi sama dia. Dapat dari grup RT. Dia lihat dari story karena ini dekat rumah dia,” tuturnya.

Kata Fauzan, ‘pocong’ itu gagal ditangkap oleh warga sebab melarikan diri. Ia juga menembakkan senpinya ke atas.

“Kalau ini gak dapat soalnya dia lari. Nembakin pistolnya ke atas, terus lari. Karena dengar suara pistol, warga gak berani mengejar,” tungkasnya.

Sementara itu, keberadaan ‘pocong’ tersebut hanya diketahui warga Poris Jaya berdasarkan rumor belaka. Ketua RT 04 RW 01 Poris Jaya, Saepul (51) membenarkan gambar pocong itu beredar di grup RT.

“Grup RT itu ada gambar pocong lagi berdiri di depan warung Madura,” ungkapnya.

Meski demikian, ia membantah keberadaan pocong tersebut. Sebab ia hampir setiap malam Siskamling di kawasannya.

“Banyak yang nanya ‘emang bener di situ ada pocong?’, gak pernah ada. Karena saya hampir setiap malam jaga begitu,” ujar Saepul.

Adapun foto tersebut dikirimkan oleh salah satu warga di grup tersebut. Pengirim juga menyampaikan dalam grup tersebut bahwa itu merupakan modus untuk melakukan aksi kriminal.

Namun salah satu warga yang lain, Ilham (30) mengatakan foto tersebut tidak benar. Sebab ketika foto itu dikirimkan pada Selasa (19/5), ia sedang berada di titik yang sama dan tak melihatnya.

“Lagi nongkrong sampai pukul 04.00 subuh, gak ada pocong itu. Masih ramai di situ, jaraknya gak jauh. Waktu liat kaget ini foto dari mana karena saya di situ,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi kepada pengirimnya, Wono, menyebutkan bahwa fotonya diperoleh dari istrinya. Namun istrinya mengetahui dari anak tetangganya.

“Kemarin dari istri saya dikasih foto itu, istri saya langsung ngirim ke saya, saya ngirim ke grup RT. Cuman belum ketemu anaknya dari kemarin,” kata Wono.

Lalu Wono menyampaikan narasi bahwa hal itu merupakan modus aksi kiriminal karena mendengar ada kasus serupa di wilayah Pondok Bahar, Kota Tangerang.

“Dari tempat anak saya di Pondok Bahar itu sudah ketangkap pocongnya bawa senjata tajam. Anak saya diajak melihat (pocongnya), cuma, enggak berani,” ujarnya.

Sebelumnya, Polresta Tangerang telah merespons teror 'pocong' di sejumlah wilayah yang viral beredar di media sosial. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengimbau masyarakat tetap waspada, namun tetap tenang dan tidak panik.

"Tingkatkan kewaspadaan, namun tetap tenang dan tidak panik, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” katanya, Selasa (19/5).

Muncul juga dugaan bahwa teror ini merupakan modus kejahatan seperti pencurian atau perampokan dan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Atas hal ini, Indra menegaskan akan meningkatkan patroli di pemukiman warga untuk memberikan rasa aman.

“Kami meningkatkan patroli. Selain itu, masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing," jelasnya.

Ia meminta agar masyarakat melapor bila melihat aktivitas mencurigakan atau meresahkan melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam.