Cerita Warga Temukan Korban Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung: Jasadnya Utuh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arman (38 tahun), warga yang ikut membantu tim SAR melakukan pencarian di Gunung Bulusaraung. dok kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Arman (38 tahun), warga yang ikut membantu tim SAR melakukan pencarian di Gunung Bulusaraung. dok kumparan

Satu orang korban pesawat ATR 42-500, yang hilang kontak dan terjatuh di daerah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan, Minggu (18/1).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berjenis kelamin laki-laki.

Korban ternyata ditemukan pertama kali oleh warga bernama Arman (38 tahun), yang ikut membantu tim SAR melakukan pencarian di Gunung Bulusaraung.

"Iya pak, saya pertama temukan korban. Saya bersama dengan dua orang teman, warga sekitar," kata Arman kepada wartawan saat ditemui di posko Tim Advance Jungle Unit (AJU) yang berada di halaman kantor Desa Tompo Bulu, Balocci, Pangkep.

Arman bercerita, ia bersama dua temannya berniat untuk membantu pencarian. Arman berangkat sejak pagi tadi. Menurutnya, dia tidak sempat naik ke puncak karena banyak tim SAR yang naik.

"Saya tidak naik (puncak) karena terlalu banyak orang," ucapnya.

Meski tak naik ke puncak, tidak menyurutkan niat Arman untuk melakukan pencarian. Dia pun berinisiatif tetap mencari korban dengan cara menyusuri di kaki gunung Bulusaraung. Dan hasilnya, Arman menemukan satu orang korban.

"Saya temukan di kaki gunung, sekitar 200 meter dari puncak. Saya lihat itu, laki-laki. Masih utuh (jasadnya). Tapi, sudah tidak mengenakan pakaian," katanya.

Proses pencarian hari ke-2 dan evakuasi serpihan serta bangkai pesawat ATR 42-500 di Puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Basarnas/Tim SAR Gabungan

Arman sempat mendekati korban. Tetapi, dia tidak melihat wajahnya. Sebab, korban dalam kondisi tengkurap.

Tak hanya menemukan satu orang korban, ia juga mendapati sejumlah barang-barang bawaan korban. Seperti, alat elektronik dan surat-surat.

"Di dekatnya (jenazah), saya temukan dua laptop dan Hp. Tapi sudah hancur semua. Dan ada juga surat-surat (passpor) dan juga kartu ATM," bebernya.

Dua pendaki, Reski (20) dan Muslimin (18) yang menyaksikan pesawat ATR 42-500 menabrak Gunung Bulusaraung pada Sabtu siang (17/1/2026). Foto: Dok. Pribadi
Serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak ditemukan, bagian pintu, badan pesawat berukuran besar hingga bagian ekor pesawat di Gunung Bulusaraung. Foto: Dok. Tim SAR Gabungan Sulsel

Setelah menemukan satu orang korban, dia langsung melaporkan hal tersebut kepada tim SAR lainnya. "Kebetulan ada juga Tentara dekat situ, jadi saya langsung laporkan," ucap dia.

Sementara, Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata dia, korban tersebut belum dapat dievakuasi.

"Iya benar, tapi belum dapat dievakuasi itu korban," singkatnya.