Cerita WNI di Malaysia Menuju Lockdown: Orang Panic Buying, Gue Dapat Telor

Pemerintah Malaysia mengambil keputusan lockdown alias menutup seluruh akses ke Negeri Jiran per Rabu (18/3) besok. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau corona.
Kebijakan lockdown yang diambil pemerintah Malaysia itu tak membuat Indra Waskito, seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia khawatir.
"Sesuai arahan PM Malaysia, Kedai Runcit, supermarket yang menjual bahan pokok harian tetap buka," ujar Indra kepada kumparan, Selasa (17/3).
Indra yang tinggal di daerah Bangsar South, Kuala Lumpur, Malaysia itu bercerita, meski bukan lockdown penuh, warga Malaysia sempat panic buying.
"Cuma sejak lima hari lalu orang-orang sudah panic buying. Grosir gede udah abis semua. Gue cuma dapat nugget, beras, telor," ujar Indra.
Laki-laki yang akrab disapa Waks itu mengatakan lockdown yang berlaku di Malaysia bukan lockdown total. Selain itu, belum ada pengumuman soal jam malam.
"Supermarket, rumah sakit, PLN dan lainnya, masih open. Cuma safety first aja," ujar Indra.
Saat wawancara ini berlangsung Indra sedang dalam perjalanan menuju kantor. Ia bekerja di sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang konsultasi.
"Hari ini kan efektif terakhir," ujar Indra.
Pemerintah Malaysia mengambil keputusan untuk lockdown alias menutup seluruh akses di negeri jiran tersebut. Keputusan itu seiring dengan semakin bertambahnya kasus COVID-19 atau penyebaran virus corona di Malaysia.
"Pemerintah memutuskan untuk menerapkan Perintah Kontrol Pergerakan, mulai 18 Maret 2020, hingga 31 Maret 2020, di seluruhnya negara," kata Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin dalam pesan khususnya yang diterbitkan Senin (16/3).
PM Muhyiddin juga melarang warganya untuk berkegiatan di luar dan khususnya yang melibatkan banyak orang seperti, kegiatan keagamaan, olahraga, sosial dan budaya.
