Cerita WNI soal Kehidupan Komunitas Muslim di Prancis

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di sekitar menara Eiffel, Paris saat lockdown. Foto: REUTERS/Pascal Rossignol
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di sekitar menara Eiffel, Paris saat lockdown. Foto: REUTERS/Pascal Rossignol

Prancis merupakan negara sekuler yang memisahkan urusan agama dan kehidupan sehari-hari. Seorang warga negara Indonesia, bernama Bowie Brotosumpeno bercerita mengenai kehidupan muslim di negara Prancis.

Bowie menyampaikan kisahnya dalam Talkshow Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Prancis dengan tema kehidupan muslim di Prancis: Antara Iman dan Islamofobia.

Sebagai seorang profesional IT di Egencia Prancis, Bowie sudah tinggal dan bekerja di Prancis sejak tahun 2001, ia membawa serta istri dan anak-anaknya tinggal di sana. Menurut Bowie, di tempatnya bekerja banyak warga muslim yang berasal dari luar Prancis, salah satunya dari negara-negara di Afrika utara dan mayoritas beragama muslim.

“Saya bekerja dengan orang-orang dari seluruh dunia, dan mayoritas berasal dari China, dan banyak yang berasal dari Afrika utara, jadi banyak yang membawa kultur ke tempat kerja, tentu banyak muslim, muslim yang taat,” kata Bowie seperti dikutip dalam diskusi, Jumat malam (1/5).

Selain itu, Bowi juga bersyukur di tempatnya bekerja di La Défense yang menjadi pusat bisnis di Prancis, terdapat 2 masjid yang selalu ia datangi.

“Daerah ini saja ada 2 masjid, jadi saya bisa memilih masjid kalau mau salat atau Jumatan, tapi ya beda dengan di Indonesia, di Indonesia kan ideal kalau Jumatan orangnya banyak, kalau di sini ya Jumatan paling 4-5 orang saja,” lanjut Bowie.

Meski menjadi minoritas, namun Bowie berusaha untuk tetap beribadah sebaik mungkin, ia juga kerap bergabung dengan komunitas muslim di sana.

Komunitas ini selalu berbagi informasi dan membantu satu sama lain. Sering juga mereka menjalankan ibadah secara bersama-sama.

“Kami selalu menghubungi sesama muslim di sini, seperti teman-teman dari Afrika seperti Senegal, Mali, dan berusaha bergabung dengan mereka untuk menjalankan ibadah sebaik mungkin,” pungkasnya.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.