Cerita Zidan, Penyandang Disabilitas, Semangat Mencari Kerja di Hadapan Pramono

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Zidan (penyandang disabilitas) menghadiri Job Fair Disabilitas 2025. Foto: Instagram/@pramonoanungw
zoom-in-whitePerbesar
Zidan (penyandang disabilitas) menghadiri Job Fair Disabilitas 2025. Foto: Instagram/@pramonoanungw

Zidan (20), melangkah penuh semangat dan asa saat menghadiri Job Fair & Upskilling Disabilitas d Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat pada Senin (3/11) kemarin.

video from internal kumparan

Tumpukan map cokelat yang dibawanya dari rumah, 'disebar ke berbagai stand perusahaan yang ada di bursa pencari kerja itu. Upaya Zidan ini ternyata mendapat sorotan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang membuka acara job fair itu.

Pram, sapaan Pramono, kemudian menghampiri Zidan di sela-sela acara pembukaan bursa kerja itu. Dia langung bertegur sapa dan bertanya kepada Zidan.

"Kamu mau melamar pekerjaan apa? Komputer bisa?" tanya Pramono Anung.

"Insya Allah bisa, Pak," jawab Zidan.

instagram embed

Pramono kemudian menimpali, "Desain grafis juga bisa?". Zidan menjawab dengan penuh semangat, "Desain grafis juga bisa."

Pramono kemudian langsung menyerahkan berkas lamaran Zidan itu ke Kepala Dinas Tenaga Kerja. Sontak, wajah Zidan sumringah mendengar secercah harapan penghidupan baru baginya.

Zidan merupakan pemuda dwafirsme. Tingginya hanya sekitar 120 centimeter. Sejumlah stan pekerjaan yang ada di sana mulai dari minimarket dan retail dia sambangi untuk penghidupannya.

Zidan (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Instagram/@pramonoanungw

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dalam dunia kerja.

Ia juga menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang pencari kerja disabilitas bernama Zidan.

“Mungkin tingginya enggak sampai satu meter, dan saya sudah meminta Kepala Dinas Ketenagakerjaan untuk dibantu disalurkan,” ujarnya.

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan sekitar 150 penyandang disabilitas melalui program job fair, serta membuka Kafe Difabis yang mempekerjakan penyandang disabilitas di sejumlah lokasi seperti Blok M dan Dukuh Atas.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga menghadirkan kartu disabilitas sebagai fasilitas khusus bagi kelompok disabilitas. Melalui kartu tersebut, penyandang disabilitas dapat menikmati berbagai layanan publik secara inklusif, termasuk transportasi umum gratis di Transjakarta, MRT, LRT, dan Mikrotrans.

“Kartu disabilitas, mereka betul-betul kalau ingin menggunakan kartunya itu bisa apa saja,” ujar Pramono.

Dalam kesempatan itu, Pramono menekankan dua fokus utama pemerintah untuk penyandang disabilitas, yaitu matching job dan upskilling job.

“Itu yang dua-duanya saya minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan dilakukan untuk disabilitas,” ujarnya.

Pramono berharap, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang kini mencapai 5,18 persen dan kontribusi 16,61 persen terhadap GDP nasional dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh kelompok disabilitas.

“Pertumbuhan itu harus merata. Pertumbuhan itu harus memberikan manfaat dan kegunaan, termasuk bagi pemegang kartu disabilitas,” katanya.