China dan Rusia Veto Resolusi DK PBB Pengamanan Selat Hormuz: Bias Terhadap Iran

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Foto: HJBC/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Foto: HJBC/Shutterstock

Anggota Dewan Keamanan (DK) Tetap PBB Rusia dan China memveto resolusi PBB, yang mendorong negara-negara membentuk suatu koalisi untuk melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Resolusi ini diajukan oleh Bahrain, sebagai anggota tidak tetap DK PBB, dan diikuti oleh 15 negara anggota. Selain diveto Rusia-China, Pakistan juga abstain dalam penyusunan resolusi ini.

Mereka merasa langkah ini akan jadi bias terhadap Iran.

"Resolusi ini bias terhadap Iran, sebab saat mengadopsi draft ini, Amerika Serikat (AS) tengah merencanakan penghancuran bagi rakyat sipil Iran. Ini akan memberi pesan yang keliru," kata Utusan China untuk PBB, Fu Cong, dilansir reuters, Rabu (8/4).

Duta besar Russia untuk PBB, Vasily Nebenzya Foto: Reuters/Lucas Jackson

Sementara Dubes Rusia di PBB Vasily Nebenzya menawarkan resolusi alternatif terkait situasi di Timur Tengah, termasuk keamanan maritim.

Langkah Rusia dan China ini diapresiasi oleh Dubes Iran untuk PBB.

"Langkah mereka hari ini menghalangi Dewan Keamanan PBB disalahgunakan demi legitimasi agresi," kata Amir Saedi Iravani.

Veto Dikecam AS, Disesalkan Prancis

Dubes AS untuk PBB, Mike Waltz mengecam tindakan Rusia dan China.

"Seharusnya mereka tidak begitu, mereka (Iran) menodong ekonomi global dengan senjata. Tapi Rusia dan China mentoleransi hal itu. Mereka berpihak pada rezim yang ingin menundukkan Negara Teluk, bahkan ketika itu berlaku brutal terhadap rakyat mereka sendiri," kata Waltz.

Menurut Waltz, Iran seharusnya sadar, membuka Selat Hormuz dan memperbaiki kesalahannya.

Wakil Tetap China untuk PBB Fu Cong. Foto: Bryan R. Smith/AFP

"Tapi sampai saat itu tiba, kita mengajak negara-negara untuk bergabung bersama kami mengamankan Selat Hormuz, melindunginya, dan memastikannya selalu terbuka untuk kegiatan perdagangan yang sah, distribusi bantuan humaniter, dan kebebasan distribusi kebutuhan pokok dunia," ucap Waltz.

Prancis juga menyesalkan hal tersebut.

"Tujuannya itu semata-mata untuk upaya pertahanan dan keamanan selat, tanpa berlanjut ke peningkatan eskalasi," kata Dubes Prancis untuk PBB, Jerome Bonnafont.