China dan Taiwan Terlibat Ketegangan di Tengah Pandemi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal induk China Liaoning. Foto: AFP/Anthony WALLACE
zoom-in-whitePerbesar
Kapal induk China Liaoning. Foto: AFP/Anthony WALLACE

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan adanya provokasi militer oleh China di sekitar wilayahnya. Kapal induk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat melintas di perairan Selat Taiwan.

Dilansir Reuters, Taiwan mendeteksi konvoi AL China yang dipimpin kapal induk Liaoning beserta lima kapal penyerbu berkeliling di sisi timur Taiwan pada Minggu (12/4).

Keenam kapal pertama kali terpantau melintas di Selat Miyako yang berada di dekat Okinawa, Jepang, menuju ke batas di sisi timur laut Taiwan sehari sebelumnya. Namun, rombongan kapal perang tak sampai memasuki teritori Taiwan.

Kapal induk China Liaoning. Foto: AFP/Anthony WALLACE

Taiwan langsung menyiagakan Angkatan Udara mereka. "Kami melakukan tindakan yang perlu untuk menjaga keamanan nasional dan merawat stabilitas kawasan," tulis pernyataan Kemhan Taiwan.

Selain melayangkan protes, Taiwan juga meminta China bisa fokus terhadap penanganan wabah virus corona yang telah merebak di 200 negara dan menginfeksi 1,7 juta orang di seluruh dunia.

Baik China maupun Taiwan memang sudah melewati fase kritis penyebaran virus. Namun, Taiwan beranggapan jika sudah sepantasnya China ikut andil alih-alih mengeskalasi konflik dengan negara lain.

Patroli kapal China kerap ditafsirkan sebagai provokasi oleh Taiwan sekaligus pemicu ketegangan di Laut China Selatan. Dalam beberapa pekan ke belakang, China terdeteksi mengerahkan kapal perang di sekitar Taiwan.

Aksi ini ikut memicu reaksi AL Amerika Serikat yang mengerahkan kapal perang kelas 'Destroyer' ke Selat Taiwan yang berbatasan dengan China.