China Gelar Latihan Tembak Langsung di Sekitar Selat Taiwan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peta China dan Taiwan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Peta China dan Taiwan. Foto: Shutterstock

China menggelar latihan militer dengan tembakan langsung (live-fire drills) selama dua hari di sejumlah wilayah Selat Taiwan mulai Kamis (23/7). Latihan tersebut digelar di perairan dekat pesisir Provinsi Fujian, yang berhadapan langsung dengan Taiwan.

Otoritas maritim China menyatakan latihan berlangsung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat di sekitar Pulau Dongshan, yang berbatasan dengan Provinsi Guangdong.

Latihan itu digelar sehari setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di sela pertemuan antar-menteri ASEAN. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai isu, termasuk Taiwan yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Menanggapi latihan tersebut, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengecam tindakan China dan mendesak Beijing untuk menahan diri.

"Kami meminta China segera menghentikan provokasi militer dan aktivitas zona abu-abu di sekitar Selat Taiwan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Taiwan seperti dikutip dari Reuters.

Taipei memandang Beijing mengabaikan harapan masyarakat internasional untuk menjaga keamanan kawasan. Menurut pemerintah Taiwan, penggunaan kekuatan militer secara sepihak di sekitar Selat Taiwan justru meningkatkan ketegangan regional.

"China kembali menggunakan kekuatan militer untuk mengancam perairan di sekitar Selat Taiwan, menciptakan ketegangan di kawasan, dan sekali lagi menunjukkan dirinya sebagai pembuat masalah," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, pada Desember lalu China menggelar latihan militer terbesar di sekitar Taiwan setelah Amerika Serikat mengumumkan paket bantuan persenjataan senilai USD 11,1 miliar untuk pulau tersebut.

Dalam latihan yang berlangsung sekitar 10 jam itu, Komando Medan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menembakkan roket ke perairan di utara dan selatan Taiwan.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk mewujudkan reunifikasi.

Sementara itu, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut.