China Kembangkan Kapal Induk Kedua dari Nol

Pemerintah China tidak main-main dalam memodernisasi persenjataan mereka. Saat ini China tengah mengembangkan kapal induk kedua mereka yang dibangun sendiri dari nol.
Diberitakan Reuters yang mengutip media China, Selasa (31/1), kapal induk kedua China "mulai terlihat bentuknya" setelah dikerjakan selama dua tahun sembilan bulan.
Kapal induk kedua China ini dinamakan Shandong, seperti nama salah satu provinsi di timur negara itu. Pembangunan Shandong dimulai tahun 2014 lalu di pelabuhan Dalian.
Tidak disebutkan kapan target penyelesaian pembangunan kapal induk ini. Namun berbeda dengan kapal induk yang telah rampung, Liaoning, Shandong dikerjakan seluruhnya oleh China.

Kapal induk Liaoning adalah bekas kapal Uni Soviet yang dibeli dari Ukraina pada tahun 1998 dan dikembangkan di China. Liaoning telah melaut pada Januari 2017 bersama armada China lainnya di Laut China Selatan.
Kehadiran Liaoning menunjukkan bahwa China perlahan tapi pasti meningkatkan kemampuan militer mereka. Untuk modernisasi persenjataan, China meningkatkan anggaran militer mereka menjadi 146 miliar dolar AS.
Kendati semakin maju, namun China masih tertinggal jauh dari Amerika Serikat dalam hal teknologi kapal induk.

Pertumbuhan militer China ditanggapi dengan kekhawatiran oleh negara-negara di kawasan, terutama mereka yang bertikai dalam sengketa Laut China Selatan. Yang saat ini paling ketar-ketir adalah Taiwan.
Pemerintah China belakangan ini memprotes hubungan antara Taiwan dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat yang dianggap melanggar "prinsip satu-China".
China beranggapan Taiwan adalah wilayah mereka yang membangkang dan akan disatukan kembali suatu saat nanti, dengan cara apa pun, termasuk militer jika perlu.
