China Longgarkan Pembatasan COVID-19, Ledakan Kasus Diprediksi Terjadi
·waktu baca 2 menit

Ketika pemerintah China mulai melonggarkan berbagai pembatasan COVID-19, kini penduduk yang semula bergembira atas hal itu harus bergulat dengan lonjakan kasus virus corona.
Di ibu kota Beijing, tampak pemandangan antrean mengular oleh penduduk yang hendak memeriksakan gejala COVID-19 di beberapa rumah sakit. Pemandangan ini membuktikan adanya peningkatan penularan infeksi virus corona, tak lama usai pelonggaran pembatasan COVID-19 mulai diberlakukan.
Menurut berbagai analis, kebijakan itu tentunya bagus bagi penduduk yang sudah frustrasi akan lockdown. Tetapi, pemerintah Beijing dinilai belum siap untuk menghadapi lonjakan kasus terbaru dan mulai hidup berdampingan dengan virus corona seperti banyak negara lainnya.
Ketakutan Masih Ada
Salah satu penduduk di Distrik Chaoyang, Beijing, mengutarakan kekhawatirannya terkena virus corona di tengah pelonggaran ini.
“Saya benar-benar takut terinfeksi, karena jumlah orang yang terinfeksi meningkat secara bertahap di Beijing,” ungkap siswa berusia 18 tahun itu, seperti dikutip dari Reuters.
“Tapi saya harus keluar dan menjalankan beberapa tugas hari ini — saya telah menunda keluar rumah selama tiga minggu karena COVID-19,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang dokter yang bekerja di departemen pernapasan di sebuah rumah sakit Beijing pada Minggu (11/12) mengatakan, jumlah pasien yang menunggu untuk dirawat di IGD dan mengalami gejala demam terus bertambah.
Meski begitu, menurut laporan resmi kasus penularan transmisi lokal cenderung rendah sejak puncaknya pada akhir November dalam beberapa pekan terakhir — sebanyak 40.052.
Perhitungan pada Hari Minggu sebanyak 8.626, turun dari 10.597 kasus baru sehari sebelumnya.
“Tetapi angka-angka tersebut mencerminkan penurunan persyaratan tes COVID-19,” kata para analis.
“Lindungi Diri Anda Sendiri”
Mereka memperingatkan, lonjakan kasus virus corona akan segera terjadi dan masyarakat di kota-kota besar seperti Beijing dan Wuhan sudah menyaksikannya.
Terkait hal ini, pihak manajemen sebuah apartemen di Distrik Dongcheng, Beijing, pun mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak keluar rumah jika tidak memiliki kepentingan. Sebab, hampir semua stafnya telah terinfeksi virus corona.
“Tolong lindungi diri Anda sendiri,” kata mereka dalam aplikasi media sosial lokal, WeChat.
“Jadilah orang pertama yang bertanggung jawab atas kesehatan Anda sendiri, mari kita hadapi ini bersama-sama,” imbuhnya.
Sehubungan dengan itu, pertokoan dan restoran yang sekarang sudah dibuka — masih tetap sepi pengunjung lantaran penduduk masih memiliki ketakutan terpapar virus corona.
Itulah sebabnya, sedikit analis yang optimistis bahwa pelonggaran pembatasan COVID-19 ini dapat memperbaiki ekonomi negara itu dengan cepat. Kegembiraan dan euforia menyambut kebebasan dari lockdown kini dihantui oleh ketidakpastian bagi konsumen dan bisnis di China.
