China Mengadu ke PBB soal Pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi Terkait Taiwan
·waktu baca 2 menit

China membawa pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan ke PBB. Wakil Tetap China di PBB Fu Cong dalam suratnya kepada Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan Takaichi melanggar hukum internasional dan norma-norma diplomatik.
Sebagaimana diketahui, hubungan Jepang dan China memanas karena Takaichi menyebut serangan China ke Taiwan dapat mengancam keselamatan Jepang dan bisa memicu intervensi militer.
"Jika Jepang berani melakukan intervensi bersenjata di Selat Taiwan, itu menjadi tindakan agresi," kata Fu dalam suratnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (22/11).
"China dengan tegas menjalankan haknya untuk membela diri berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional, serta dengan teguh mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya," lanjut Fu.
Bagi Beijing, Taiwan merupakan bagian pemerintahan China. Pemerintah Taiwan menolak klaim China dan menyatakan hanya rakyatnya sendiri yang dapat memutuskan masa depan pulau itu.
Fu menuntut Jepang berhenti melakukan provokasi dan melewati batas, serta menuntut Takaichi menarik pernyataannya. Menurut Fu, pernyataan Takaichi secara terbuka menantang kepentingan China.
China berulang kali menegaskan bahwa Taiwan dan wilayah lainnya yang pernah diduduki Jepang akan dikembalikan di bawah kepemimpinan Beijing. Deklarasi Postdam dan Kairo menjadi dasar hukum klaim China atas kedaulatan Taiwan, meski banyak pihak yang menilai deklarasi itu sebagai pernyataan niat dan tidak mengikat secara hukum.
Pernyataan Takaichi membuat hubungan Jepang dan China renggang. China mengimbau warganya tidak berpergian ke Jepang karena alasan keselamatan, menghentikan impor produk laut Jepang, hingga membatalkan penayangan dua film Jepang di China.
