China Protes Prancis Usai Warganya Turut Jadi Korban Kerusuhan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penumpang dari Xiamen China tiba di bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, Senin (9/1/2023).  Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang dari Xiamen China tiba di bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, Senin (9/1/2023). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

Konsulat Jenderal China di Marseille melayangkan protes kepada Prancis pada Minggu (2/7). Protes ini akibat bus yang membawa kelompok wisata asal China terkena serangan massa.

Kaca bus itu pecah dan serpihannya mengenai turis asal China yang ada di dalamnya. Turis itu mengalami luka ringan.

"Kami meminta Prancis untuk memastikan keselamatan warga negara China dan harta benda mereka," kata Konjen China di Marseille dikutip dari Reuters.

Konjen China di Marseille menuturkan, bus itu diserang oleh perusuh pada Kamis (29/6). Saat ini, para turis China telah meninggalkan Prancis.

Lebih jauh, Konjen China meminta warganya yang masih berada di Prancis atau yang akan menuju ke Prancis untuk mempersiapkan langkah pencegahan dan lebih waspada.

Asap mengepul dari kendaraan yang terbakar setelah bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, di Toulouse, Prancis, Rabu (28/6/2023). Foto: Timothee Forget/via REUTERS

Kerusuhan ini terjadi akibat remaja keturunan Aljazair-Maroko berusia 17 tahun, Nahel, tewas ditembak polisi.

Sebanyak 1.311 orang ditangkap karena diduga terlibat kerusuhan di sejumlah kota di Prancis, Sabtu (1/7). Ribuan orang tersebut ditangkap dalam semalam, atau tepatnya di malam keempat kerusuhan.

Meski saat ini massa sudah lebih berkurang dibanding malam sebelumnya, Prancis memperbanyak jumlah personel polisi yang berjaga hingga 45 ribu. Saat ini mereka sedang bersiap untuk mencegah bentrokan yang lebih banyak saat pemakaman Nahel.